"Pembiayaan yang kita tuntaskan itu adalah untuk belanja negara yang selalu kita rancang supaya fleksibel merespons situasi yang berkembang," ujar Suahasil.
Dinamika pasar obligasi saat ini tidak terlepas dari kombinasi fluktuasi harga komoditas energi serta era suku bunga acuan global yang masih bertahan di level tinggi. Di tengah eskalasi risiko tersebut, pemerintah mengandalkan fleksibilitas fiskal sebagai peredam kejut guna menjaga momentum pemulihan ekonomi domestik.
"APBN memang harus fleksibel menghadapi kondisi global, harga komoditas yang volatile, dan suku bunga yang meningkat di berbagai negara, karena APBN adalah alat menyejahterakan, menumbuhkan, dan melindungi masyarakat yang harus tetap dipercaya bisa bekerja dengan baik," ujar Suahasil
(NIA DEVIYANA)