Menhut menyampaikan bahwa sebanyak 13 taman nasional akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif.
Ia menegaskan, pengelolaan taman nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.
“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” tegasnya.
Dia juga menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Adanya Satgas ini disebut bukan untuk mengomersialkan Taman Nasional, melainkan untuk memprioritaskan kelestarian ekologi.
“Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” lanjutnya.