sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

13 Taman Nasional Akan Disulap Jadi Kelas Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Ecotainment editor Felldy Utama
30/04/2026 17:34 WIB
Sebanyak 13 Taman Nasional akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi kelas dunia.
13 Taman Nasional Akan Disulap Jadi Kelas Dunia, Ini Daftar Lengkapnya. (Foto: Kemenhut)
13 Taman Nasional Akan Disulap Jadi Kelas Dunia, Ini Daftar Lengkapnya. (Foto: Kemenhut)

IDXChannel—Pemerintah memastikan akan mempercepat revitalisasi taman nasional melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa satgas ini telah melakukan pertemuan untuk merumuskan langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola taman nasional di Indonesia agar menjadi kelas dunia.

“Ide besarnya adalah bagaimana kita secara bersama-sama, tentu dengan masyarakat juga, dengan aksi yang konkret, bisa membuat taman nasional kita menjadi taman nasional yang baik,” kata Menhut dalam keterangannya yang dikutip Kamis (30/4/2026).

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada tanggal 16 April 2026. 

Satgas ini diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua Bidang Regulasi Raja Juli Antoni, dan Wakil Ketua Bidang Investasi Mari Elka Pangestu.

Menhut menyampaikan bahwa sebanyak 13 taman nasional akan dijadikan proyek percontohan (pilot project) untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif. 

Ia menegaskan, pengelolaan taman nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.

“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” tegasnya.

Dia juga menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Adanya Satgas ini disebut bukan untuk mengomersialkan Taman Nasional, melainkan untuk memprioritaskan kelestarian ekologi.

“Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas menyatakan kehadirannya untuk mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas, salah satunya terkait pengelolaan taman nasional. 

Ia mengatakan pengembangan taman nasional bukan hanya dilakukan pemerintah namun seluruh elemen masyarakat.

“Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga serta melestarikan taman nasional yang merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Taman nasional ini aset bangsa Indonesia,” ujar Hashim.

Berikut daftar 13 Taman Nasional prioritas berdasarkan kategorinya:

  • Mountain Ecosystem (Bromo Tengger Semeru, Rinjani, dan Lorentz)
  • Marine Ecosystem ( Wakatobi, dan Komodo)
  • Iconic Species and High Carbon Value (Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas)
  • Lowland/Upland Ecosystem (Sebangau, Gunung Leuser)
  • Karst Ecosystem (Manusela)
  • Community Participation and Access (Mutis Timau dan Memberamo Foja)


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement