"Merokok itu warisan kuno generasi milenial dan di atasnya. Tidak ada manfaatnya, melainkan memicu kecanduan dan merusak pembuluh darah jantung. Ngevape pun bukan berarti lebih aman, karena yang dibutuhkan tubuh hanyalah udara bersih," ujar dr. Bobby, dikutip Kamis (6/8/2026).
2. Konsumsi Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Selain merokok, pola makan harian Gen Z juga menjadi perhatian. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan setiap hari dinilai memicu risiko penyakit metabolik yang menjadi pemicu awal gangguan jantung.
"Gen Z yang hobi makan dan minum manis, tiap hari harus ada yang manis-manis. Konsumsi gula yang melebihi batas rekomendasi harian (maksimal 50 gram/hari) membuat kita berisiko terkena diabetes. Diabetes inilah yang meningkatkan risiko sakit jantung di kemudian hari," tuturnya.
3. Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Olahan Tinggi Garam
Ancaman tersebut diperparah oleh kegemaran mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) serta makanan olahan (ultra-processed food/UPF) yang tinggi garam.
"Makanan cepat saji dan UPF tinggi mengandung garam. Kelebihan konsumsi garam harian (lebih dari 5 gram/hari) meningkatkan risiko hipertensi. Hipertensi yang tidak dikontrol bisa berujung pada sakit jantung," tambah dr. Bobby.