5. Death Note
Death Note tidak menjadi sorotan karena kekerasan grafis atau konten seksual, melainkan karena kekhawatiran terhadap pengaruhnya di dunia nyata.
Setelah manga dan animenya meraih popularitas global, sejumlah sekolah di China, Amerika Serikat, dan beberapa negara Asia Tenggara melaporkan adanya siswa yang membuat tiruan “Death Note” dengan menuliskan nama teman sekelas maupun guru di buku catatan yang menyerupai buku dalam cerita.
Kekhawatiran terhadap perilaku meniru tersebut membuat banyak sekolah melarang manga Death Note maupun merchandise terkait dibawa ke lingkungan sekolah.
Bahkan pada tahun 2015, Kementerian Kebudayaan China memasukkan Death Note ke dalam daftar anime yang dilarang di platform online domestik sekaligus membatasi penjualan produk terkait.
(Nadya Kurnia)