AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Artis Ramai-ramai Beli Klub Sepakbola, Seperti Apa Daya Tariknya?

ECOTAINMENT
Aditya Pratama
Senin, 07 Juni 2021 13:12 WIB
Sejumlah artis tenama Indonesia ramai-ramai membeli klub sepakbola di tanah air, sebagian berasal berada di kasta Liga 2.
Artis Ramai-ramai Beli Klub Sepakbola, Seperti Apa Daya Tariknya? (Foto: MNC Media)
Artis Ramai-ramai Beli Klub Sepakbola, Seperti Apa Daya Tariknya? (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah artis tenama Indonesia ramai-ramai membeli klub sepakbola di tanah air, sebagian berasal berada di kasta Liga 2. Mereka adalah Raffi Ahmad, Gading Marten, Atta Halilintar, Baim Wong hingga putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep.

Raffi Ahmad bersama pengusaha Rudy Salim mengambil alih Cilegon FC dan mengubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Kemudian, Gading Marten baru sah mengakuisisi Persikota Tangerang. Selain itu, Atta Halilintar belum lama ini memperkenalkan klub baru yaitu AHHA PS Pati FC.

Melihat fenomena tersebut, Pengamat Sepak Bola, Mohamad Kusnaeni, menyebut bisnis di sepak bola cukup menarik. Tetapi, selama ini mengelola klub Liga 2 memang kurang menguntungkan.

Namun, dengan adanya selebriti yang saat ini membeli klub Liga 2 dinilai akan lebih baik dalam pengelolaannya karena kemampuannya sudah teruji dalam menghasilkan uang dan mereka selama ini memakai konsep bisnis yang berbeda dengan para pengelola klub Liga 2.

"Buat saya, ini menarik. Saya penasaran ingin melihat bagaimana mereka menggunakan konsep dan pendekatan bisnis yang berbeda dalam mengelola klub profesional. Siapa tahu kita bisa belajar banyak hal baru dari Raffi cs," ujar Bung Kus, sapaan akrab Kusnaeni kepada MNC Portal Indonesia, Senin (7/6/2021).

Bung Kus menambahkan, jika dalam situasi normal, prospek industri sepak bola nasional sebetulnya cukup menjanjikan, terutama di kota-kota besar dengan basis penggemar cukup besar, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya.

"Tapi, untuk saat ini, sebetulnya situasinya cukup berat karena pandemi Covid-19. Banyak klub mengalami tekanan yang cukup berat secara finansial," kata dia.

Dengan banyaknya pesohor yang tertarik masuk ke industri sepak bola nasional menunjukkan bahwa dengan segala permasalahannya, daya tarik sepak bola di Tanah Air masih sangat besar. Menurutnya, hadirnya para pesohor cukup positif bagi sepak bola nasional. 

"Selain meningkatkan kepercayaan publik, juga membantu menggairahkan kembali industrinya yang agak tertekan selama masa pandemi ini. Pihak pengelola TV jadi makin tertarik menyiarkan, produsen dan pengiklan juga jadi lebih bersemangat kembali memberi dukungan," ucapnya.

Selain itu, Bung Kus sering meminta agar PSSI dan operator lebih serius untuk memperhatikan Liga 2, jangan hanya fokus membesarkan Liga 1. Menurutnya, tantangan saat ini berada di PSSI dan operator. 

"Mereka harus bisa memfasilitasi dengan kompetisi yang menarik, profesional, sportif, dan akuntabel. Kalau itu gagal diwujudkan, para pesohor itu akan kecewa sehingga investasi mereka mungkin hanya seumur jagung. Dan itu bisa membawa citra buruk bagi sepak bola nasional," tuturnya.

"Jadi, kepada PSSI dan operator, saya minta kepercayaan ini dijaga betul. Tidak cukup hanya mampu menggelar kompetisi, tapi juga perlu dijaga betul kualitas, daya tarik, dan sportivitasnya," sambungnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD