Berdasarkan sejumlah sumber yang ada, sedikitnya ada 33 spesies Rafflesia di dunia di mana 14 di antaranya tumbuh di Indonesia. Dari 14 spesies tersebut, 11 jenis termasuk dalam endemik Sumatera.
Rafflesia adalah jenis tanaman parasit tanpa akar, daun, dan batang yang terlihat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan nutrisi dan air, bunga ini harus menempel pada tanaman inang.
Rafflesia menghasilkan bunga besar dan mengeluarkan aroma tak sedap untuk menampakkan kehadirannya. Aroma tak sedap dari bunga ini menarik serangga agar membantu mereka dalam proses penyerbukan.
Rafflesia Arnoldi memiliki lima kelopak berwarna merah dan bintik-bintik putih. Bunga ini dapat tumbuh hingga hampir mencapai 1 meter dengan berat lebih dari 6,5 kilogram.
Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rafflesia Arnoldi pertama kali ditemukan di hutan Sumatera pada 1818 silam. Bunga ini ditemukan oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold dan tengah mengikuti ekspedisi Thomas Stamford Raffles. Karena itulah, bunga ini pun dinamakan Rafflesia Arnoldi yang merupakan gabungan dari Raffles dan Arnold.