AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Bukan Perkara Harga Mahal, Ini Sebenarnya yang Jadi Patokan Ponsel Flagship

ECOTAINMENT
Danang Aradian
Kamis, 19 Agustus 2021 15:46 WIB
Berikut spesifikasi ponsel kelas flagship yang perlu Anda ketahui.
Bukan Perkara Harga Mahal, Ini Sebenarnya yang Jadi Patokan Ponsel Flagship (Dok.MNC Media)
Bukan Perkara Harga Mahal, Ini Sebenarnya yang Jadi Patokan Ponsel Flagship (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Spesifikasi merupakan salah satu faktor utama bagi konsumen dalam memilih sebuah ponsel, terutama untuk ponsel dengan kelas flagship. Lantas, apa yang jadi kriteria sebenarnya untuk jenis tersebut? 

Salah satu spesifikasi penting yang menjadi pertimbangan saat memilih smartphone adalah System On a Chip (SoC). Secara fungsi, perangkat yang lebih dikenal sebagai chipset ini melakukan tugas yang beragam. Misalnya mengontrol prosesor inti (CPU), mengolah grafis (GPU), memori, USB control, manajemen baterai, berbagai macam sensor, hingga konektivitas jaringan (WiFi, 4G, 5G, dan sebagainya).

Chipset pada smartphone diibaratkan seperti otak pada manusia. Kedalaman spesifikasi chipset pun menjadi salah satu tolok ukur untuk menentukan kecepatan pemrosesan sebuah smartphone.

Dalam perkembangannya, spesifikasi chipset yang diproduksi turut memengaruhi tipe smartphone yang digunakan.

Penyematan istilah flagship pada chipset dan smartphone pun mulai digunakan untuk membedakan segmentasi sebuah kelas smartphone dengan yang lainnya.

Namun, chipset seperti apa yang dapat mendefinisikan kriteria flagship pada smartphone? Berikut fakta tentang chipset flagship ini:

Kecepatan pemrosesan
Kecepatan smartphone dalam memproses aplikasi adalah tugas utama chipset. Ini bergantung pada spesifikasi chipset, baik jumlah inti (core), kecepatan inti (clock speed), hingga arsitektur chipset itu sendiri.

Termasuk game dengan kebutuhan grafis tinggi. Chipset flagship memiliki delapan inti (quad-core) dengan teknologi proses 5nm hingga 6nm.
Performa dari prosesor juga dibuktikan dengan hasil test benchmark yang unggul, seperti AnTuTu dan Geekbench 5.

Termasuk game dengan kebutuhan grafis tinggi. Chipset flagship memiliki delapan inti (quad-core) dengan teknologi proses 5nm hingga 6nm.
Performa dari prosesor juga dibuktikan dengan hasil test benchmark yang unggul, seperti AnTuTu dan Geekbench 5.

Optimalisasi daya baterai
Meski clock speed dari inti chipset berpengaruh besar, setiap inti chipset tidak harus mempunyai kecepatan sama. Ini dirancang untuk mengendalikan efisiensi daya baterai, mengingat tidak semua aplikasi yang dijalankan butuh kecepatan tinggi.

Dalam perjalanannya, beberapa produsen chipset kemudian mengembangkan teknologi khusus yang mampu mengoptimalisasi daya baterai, tanpa mengurangi performa pemrosesan.

Contohnya UltraSave 5G dan penyematan Memori DDR versi baru pada Dimensity 1100, yang hemat daya tapi tetap menjaga performa smartphone tetap tinggi.

Dukungan Fitur Multimedia
Sebuah chipset dapat digolongkan flagship bila mampu mengoptimalkan fitur entertainment.

Chipset flagship setidaknya mampu mendukung video capture & playback hingga 4K 60 FPS serta berbagai fitur teknis pada kamera, seperti AI untuk menjalankan mode night shooting, noise reduction, mode HDR hingga multi-person blur.

Dengan dukungan ini, pengguna diuntungkan karena dapat mengambil momen lebih detail dan mengonsumsi konten entertainment lebih lancar.

Kriteria Chipset Flagship
Umumnya chipset smartphone terbagi berdasarkan fitur dan kemampuan yang dimiliki, antara lain Low-end, Mid-end, High-end dan Flagship.

Beberapa produsen chipset seperti Qualcomm dan MediaTek turut membagi kategori produknya berdasarkan klasifikasi di atas.

Qualcomm melalui keluarga Snapdragon membagi kedalam beberapa seri, antara lain seri 800 untuk chipset flagship, seri 700 untuk kategori High-end, seri 600 sebagai chipset Mid-end, serta seri 400 untuk kelas Low-end.

Adapun MediaTek turut menghadirkan beberapa seri sesuai dengan penggolongan di atas, seperti seri Dimensity yang memenuhi kriteria flagship, seri Helio G sebagai chipset Mid-end, serta seri Helio P untuk golongan Value dan seri Helio A untuk kelas Entry.

Dari pengkategorian masing-masing merek chipset tersebut, Snapdragon Seri 800 dan seri Dimensity merupakan kelas chipset tertinggi atau flagship yang digunakan oleh manufaktur smartphone untuk menciptakan smartphone kelas atasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD