AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Data Dijebol Hacker, Aplikasi Game EA Dijual hingga Rp3,9 Triliun

ECOTAINMENT
Fikri Kurniawan
Senin, 14 Juni 2021 16:35 WIB
Data game buatan perusahaan gaming asal Amerika Serikat (AS) itu dijual oleh penjahat dunia maya itu sebesar Rp3,9 triliun.
Data Dijebol Hacker, Aplikasi Game EA Dijual hingga Rp3,9 Triliun. (Foto: MNC Media)
Data Dijebol Hacker, Aplikasi Game EA Dijual hingga Rp3,9 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Data-data aplikasi milik Electronic Arts (EA) dijebol sejumlah peretas. Alhasil, data game buatan perusahaan gaming asal Amerika Serikat (AS) itu dijual oleh penjahat dunia maya itu sebesar Rp3,9 triliun.

Belum diketahui pasti apakah tidak kejahatan siber itu dilakukan oleh kelompok atau hanya individu. Yang pasti, dari laporan yang beredar, EA telah kehilangan banyak data penting dalam pengembangan game yang dicuri oleh peretas melalui sistem akses database perusahaan.

Berikut ini adalah data EA yang telah dicuri oleh peretas, dilansir dari BleepingComputer, Senin (14/6/2021):

• Source code dan debug tools untuk game engine FrostBite

• Kode server matchmaking game FIFA 21

• Debug tools, SDK dan keys dari game FIFA 22

• Berbagai macam debug tools, SDK dan API keys yang dimiliki EA

• Properti frameworks untuk EA Games

• SDK dan API key rahasia untuk Sony serta Xbox

• pfx dan crt dengan key untuk Playstation dan Xbox milik EA

Keseluruhan data milik EA yang dicuri peretas mencapai 780 GB. Pelaku juga menyebarkan sebuah tangkapan layar di internet, sebagai bukti bahwa telah mencuri data EA.

Dalam tangkapan layar itu, peretas juga mengumumkan bahwa semua data yang dicurinya dijual secara publik dengan harga USD28 juta atau sekitar Rp3,9 triliun.

Kendati demikian, EA menegaskan bahwa kejadian ini tidak memberikan pengaruh besar terhadap perusahaan. Tetapi EA berjanji akan menindaklanjuti kasus ini.

"Kami sedang menginvestigasi insiden ini di mana seseorang telah menyusup ke jaringan perusahaan, mencuri game source code dan peralatan data penting lainnya. Tidak ada data player yang mereka akses dan kami yakin tidak ada risiko bocornya informasi privasi para pemain," kata EA dalam keterangan resminya.

"Dari insiden ini, kami telah meningkatkan sistem keamanan dan tidak ada pengaruh besar untuk game dan bisnis kami. Kami sudah membawa kasus ini ke jalur hukum dan menyerahkan masalahnya ke pihak berwajib," tambah perusahaan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD