AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Gara-gara Banyak Lansia Datang ke Panti Jompo, CEO di Jepang Ini Sukses Jadi Miliarder

ECOTAINMENT
Suparjo Ramalan
Kamis, 19 Agustus 2021 09:28 WIB
Rumah sakit di Jepang fokus merawat pasien Covid-19, sehingga banyak orang lanjut usia (lansia) di sana memilih pergi ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan
Gara-gara Banyak Lansia Datang ke Panti Jompo, CEO di Jepang Ini Sukses Jadi Miliarder (FOTO:MNC Media)
Gara-gara Banyak Lansia Datang ke Panti Jompo, CEO di Jepang Ini Sukses Jadi Miliarder (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Rumah sakit di Jepang fokus merawat pasien Covid-19, sehingga banyak orang lanjut usia (lansia) di sana memilih pergi ke panti jompo untuk mendapatkan perawatan kesehatan. 

Hal ini memberi keuntungan kepada pendiri perusahaan yang menawarkan layanan homecare, dukungan keamanan medis, rehabilitasi dan layanan lainnya, yakni Amvis Holdings Inc.   

Akibatnya, saham perusahaan tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat sejak Agustus tahun lalu dan membuat pendiri dan CEO Amvis Holdings Inc Keiichi Shibahara menjadi miliarder. Dengan kepemilikan saham Amvis sebanyak 77 persen, pria berusia 56 tahun itu mengantongi kekayaan bersih mencapai 1 miliar dolar AS atau setara Rp14,39 triliun.  

Dalam situs resminya, Amvis saat ini telah mengoperasikan 41 panti jompo swasta di seluruh Jepang, dengan 11 lainnya sedang dalam proses pembangunan.  

"Amvis adalah perusahaan pertama di Jepang yang mendirikan model bisnis hospice dan telah berkembang pesat menjadi perusahaan terkemuka di industri home healthcare dan perawatan," kata Shibahara, dikutip dari Forbes, Kamis (19/8/2021).  

Hospice care juga dikenal sebagai perawatan paliatif, yang menawarkan klien atau pasien stadium terminal atau sakit parah pada lingkungan yang aman dan penuh perhatian. 

Sementara itu, Amvis didirkan pada 2013, setahun setelah pemerintah Jepang menerapkan kebijakan perawatan berbasis rumah, di mana orang-orang dengan penyakit kronis atau disabilitas didorong untuk menerima perawatan di rumah untuk mengurangi beban di rumah sakit. 

Menurut Japan Times, proporsi orang berusia 65 tahun atau lebih di Jepang adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 28,7 persen dari total populasi negara itu. 

"Di Jepang, perubahan kebijakan pemerintah memaksa orang dengan kanker stadium akhir atau mereka yang menggunakan ventilator untuk dipulangkan dari rumah sakit ke rumah mereka. Situasi ini dipercepat oleh fakta bahwa rumah sakit sibuk menangani pasien yang terinfeksi Covid-19, dan pasien ini berbondong-bondong ke fasilitas yang dioperasikan oleh Amvis," tuturnya. 

Pada awal Agustus lalu, karena jumlah kasus Covid-19 di Jepang meningkat, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan kebijakan untuk membatasi rawat inap pasien virus Corona di rumah sakit hanya pada kasus yang paling serius. 

Adapun kinerja keuangan Amvis yang berakhir September 2020 melesat. Pendapatan Amvis meningkat lebih dari 71 persen menjadi 9,2 miliar yen dari tahun sebelumnya, sementara laba berlipat ganda menjadi 1,2 miliar yen. Dari Oktober 2020 hingga 31 Maret 2021, pendapatan dan laba masing-masing melonjak 66 persen dan 108 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD