sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gejala Retinopati Diabetik yang Sering Tak Disadari, Banyak Pengidap Keliru Mengira Katarak

Ecotainment editor Mei Sada
21/07/2026 12:24 WIB
Retinopati diabetik berkembang perlahan sehingga sering luput dari perhatian pasien.
Gejala Retinopati Diabetik yang Sering Tak Disadari, Banyak Pengidap Keliru Mengira Katarak. (Foto: Istimewa)
Gejala Retinopati Diabetik yang Sering Tak Disadari, Banyak Pengidap Keliru Mengira Katarak. (Foto: Istimewa)

IDXChannelRetinopati diabetik adalah salah satu komplikasi diabetes yang sering terlambat terdeteksi karena tidak bergejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak pasien baru memeriksakan diri ketika penglihatan mulai menurun.

Bahkan banyak yang awalnya mengira retinopati diabetik adalah katarak. Perwakilan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Muhammad Bayu Sasongko, M.Epid., Ph.D., Sp.M., menjelaskan bahwa retinopati diabetik berkembang perlahan sehingga sering luput dari perhatian pasien.

“Alasan paling kuat kenapa harus skrining adalah karena di fase awal ini tanpa gejala. Jadi, pasien diabetes itu secara teori setelah lima tahun sudah muncul tanda retinopati awal, yang itu tanpa gejala. Pandangan masih normal, enggak ada gejala apa-apa. Namun ini akan berprogres,” ujar Prof. Bayu dalam Forum Jurnalis Kesehatan Roche Indonesia bersama Kementerian Kesehatan, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, jika kondisi itu tidak terdeteksi dan kadar gula darah tidak terkontrol, kerusakan pada retina akan terus berkembang. Penurunan fungsi penglihatan akibat retinopati diabetik tidak selalu berupa penglihatan yang langsung buram. 

Gejalanya bisa sangat halus sehingga pasien sering kali tidak menyadarinya. Ia juga mengibaratkan lampu yang awalnya 100 watt namun tampak seperti 80 atau 75 watt.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement