AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.69
-0.09%
-0.95
HSI
18017.54
-0.39%
-70.43
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
842,074 / gram

Hakim Tolak Permintaan Elon Musk Ungkap 21 Nama Karyawan Twitter

ECOTAINMENT
Yulistyo Pratomo
Selasa, 16 Agustus 2022 16:00 WIB
Hakim Pengadilan Delaware, Kathaleen St. J. McCormick, akhirnya menolak permintaan Elon Musk untuk mengungkap 21 nama karyawan Twitter.
Hakim Tolak Permintaan Elon Musk Ungkap 21 Nama Karyawan Twitter. (Foto: MNC Media)
Hakim Tolak Permintaan Elon Musk Ungkap 21 Nama Karyawan Twitter. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Hakim Pengadilan Delaware, Kathaleen St. J. McCormick, akhirnya menolak permintaan Elon Musk untuk mengungkap 21 nama karyawan Twitter yang mengetahui mengenai jumlah bot dan akun spam yang beredar di jejaring media sosial mereka.

Hal ini merupakan kelanjutan dari gugatan Twitter atas keputusan CEO Tesla Inc tersebut usai membatalkan rencana pembelian senilai USD44 miliar. dalam pengadilan itu, Elon menuntut Twitter untuk membeberkan nama-nama karyawannya.

Elon Musk kemudian menuduh Twitter karena menyembunyikan nama-nama pekerja yang bertanggung jawab mengevaluasi akun spam dan robot. Melalui hakim pengadilan, Elon meminta agar Twitter dapat menyerahkan dokumen tersebut kepadanya. 

Dokumen yang telah diserahkan Twitter sejauh ini berisi nama-nama karyawan yang tidak begitu memahami data yang dimaksud Elon. Sedangkan sebagian dokumen karyawan lainnya belum diserahkan oleh Twitter, padahal menurut Elon mereka adalah saksi kunci yang memahami masalah bot yang dimaksud. 

Namun seperti yang dikutip dari Bloomberg pada Selasa (16/8/2022), Hakim Pengadilan Delaware, Kathaleen St. J. McCormick justru membatalkan mosi yang diajukan oleh Elon dan menilai Twitter tak perlu menyerahkan 21 dokumen karyawan lain yang diminta Elon. Terkecuali Kayvon Beykpour, yakni mantan Kepala Produk Konsumen di Twitter. 

Beykpour sempat bertanggung jawab sebagai eksekutif produk di Twitter dan paling bertanggung jawan terhadap perluasan basis pengguna Twitter. Kualitas basis pengguna tersebut yang dipertanyakan oleh Elon. 

Di sisi lain, Twitter yang tak terima atas tindakan Elon yang membatalkan akuisisi Twitter ini, beranggapan kalau Elon hanya membuat dalih supaya dapat melepaskan perjanjian pembelian ini. 

Elon belakangan ini nampak bergeming terkait perkara yang ia hadapi ini, termasuk di sosial media Twitter miliknya. Melalui Business Insider kemarin, Elon dikabarkan baru saja menjual saham Tesla senilai USD7 miliar, untuk berjaga-jaga apabila pada akhirnya ia harus terus melanjutkan akuisisi Twitter. 

Atas perkara ini, Bloomberg mengabarkan bahwa Elon dan Twitter akan bertemu dalam persidangan yang terjadwal pada 17 Oktober di Wilmington. (TYO/RIBKA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD