AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Intip Deretan Stasiun Kereta Terbesar di Indonesia, Ada Manggarai hingga Semarang Tawang

ECOTAINMENT
Salwa Izzati
Rabu, 15 September 2021 09:35 WIB
Stasiun tersebut menghubungkan daerah-daerah yang ada di Pulau Jawa. Di antara banyaknya moda transportasi, kereta api masih menjadi alternatif transportasi.
Intip Deretan Stasiun Kereta Terbesar di Indonesia, Ada Manggarai hingga Semarang Tawang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ada 11 daftar stasiun kereta terbesar di Indonesia. Seperti diketahui, selain menjadi tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi sebagai tempat menunggu bagi calon penumpang kereta yang akan bepergian. 

Stasiun tersebut menghubungkan daerah-daerah yang ada di Pulau Jawa. Di antara banyaknya moda transportasi, kereta api masih menjadi alternatif transportasi darat yang dipilih oleh sebagian orang. 

Berikut daftar 11 stasiun kereta api terbesar di Indonesia sebagaimana dirangkum MPI dari berbagai sumber. 

1. Stasiun Gambir 

Pasti sudah tak asing dengan nama stasiun satu ini. Stasiun Gambir termasuk stasiun kereta api kelas besar bertipe A. Hal ini didukung karena Stasiun Gambir melayani semua kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Stasiun ini tepat berdampingan dengan Monumen Nasional (Monas), tepatnya berada di Jalan Medan Merdeka, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. 

Stasiun Gambir sudah ada sejak zaman pemerintahan Belanda. Awalnya, stasiun ini hanya berupa tanah rawa dengan pemiliknya bernama Anthony Paviljoen. Barulah pada tahun 1697 tanah itu dibeli oleh Cornelis Chastelein. Kemudian Stasiun Gambir dibangun pada saat era kolonial Belanda dan sempat direnovasi besar-besaran pada tahun 1990-an. 

2. Stasiun Hall Bandung 

Disebut sebagai stasiun terbesar kedua, Stasiun Hall Bandung memiliki enam jalur, dipo induk, dan bengkel kereta. Selain itu, sebutan stasiun hall karena mempunyai bangunan yang cukup luas, seperti aula yang besar. 

Stasiun Hall Bandung menjadi stasiun kereta api utama yang ada di Bandung selain Stasiun Kiaracondong. Sama seperti Stasiun Gambir, Stasiun Hall Bandung termasuk stasiun kereta api besar bertipe A. Serta melayani perjalanan jarak jauh di Pulau Jawa, seperti tujuan Gambir, Surabaya Gubeng, dan Solo Balapan. 

3. Stasiun Yogyakarta 

Stasiun Yogyakarta atau biasa dikenal dengan nama Stasiun Tugu ini berada di Jalan Pasar Kembang, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Letaknya yang strategis di jantung kota, dekat dengan kawasan Malioboro menjadikan stasiun ini sebagai salah satu ikon dari tempat wisata itu. 

Bergaya kolonial yang masih sangat kental, Stasiun Yogyakarta termasuk stasiun paling sibuk di Pulau Jawa. Stasiun ini memiliki terowongan yang menghubungkan dua peron dengan akses keluar melalui Pasar Kembang. Di Stasiun Yogyakarta terdapat enam jalur kereta yang dibagi menjadi dua, yaitu peron selatan dan peron utara. 

4. Stasiun Surabaya Gubeng 

Selanjutnya ada Stasiun Surabaya Gubeng yang merupakan stasiun kereta api terbesar di Jawa Timur. Berlokasi di kawasan Pacar Keling, Stasiun Surabaya Gubeng merupakan salah satu stasiun klasik yang ada di Jawa Timur. Menariknya, setiap ada kereta yang tiba dalam stasiun ini akan disambut dengan bunyi musik instrumental “Rek Ayo Rek”. 

Berbeda dari stasiun lainnya, Stasiun Surabaya Gubeng memiliki dua sisi yang berbeda secara fungsional. Di bagian sisi barat dikhususkan untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api kelas ekonomi dan ekspres. Sementara di bagian sisi timur untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif. Hal inilah yeng membuat stasiun ini memiliki sebutan Gubeng Lama dan Gubeng Baru. 

5. Stasiun Pasar Senen 

Bagi warga Jakarta tentu tak asing dengan Stasiun Pasar Senen. Stasiun ini memiliki enam jalur yang terpisah, di mana tiga jalurnya berada di tengah kedua bangunan itu. Pertama kali diresmikan pada 31 Maret 1887, Stasiun Pasar Senen bergaya Indische Empire dengan kanopi besi setengah yang menaungi dua jalur rel di bawahnya pada awal didirikan. 

Stasiun Pasar Senen biasanya melayani keberangkatan dan kedatangan kereta api kelas ekonomi. Hal menarik lainnya terdapat Monumen Tekad Merdeka atau Perjuangan Senen di kawasan stasiun ini. Monumen ini dibangun untuk mengenang berbagai peristiwa yang pernah terjadi di daerah Senen dan sekitarnya. 

6. Stasiun Solo Balapan 

Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun kereta api tertua di Indonesia, bahkan termasuk stasiun terbesar di Surakarta dan di Jawa Tengah bagian selatan. Stasiun ini sudah beroperasi sejak tahun 1873 dan terletak di Jalan Wolter Monginsidi Nomor 112, Surakarta, Jawa Tengah. 

Sekitar tahun 1890, lahan Stasiun Balapan awalnya adalah Alun-alun Utara milik Keraton Mangkunegaran. Di alun-alun itu ada lapangan pacuan kuda, lalu dari arena balap kuda inilah Stasiun Solo Balapan lahir. 

Di stasiun ini memiliki 12 jalur kereta yang terbagi menjadi dua, yakni lima jalur utama yang berada di tengah dan tujuh jalur yang dijadikan spoor simpan. Stasiun Solo Balapan melayani kereta api kelas bisnis, eksekutif, ekonomi, dan komuter. 

7. Stasiun Semarang Tawang 

Termasuk stasiun utama di Kota Semarang, Stasiung Tawang menjadi tempat perhentian utama semua kereta api untuk perlintasan di jalur pantura Jawa. Stasiun ini berada di Tanjung Mas, Semarang Utara yang hampir mendekati laut. Oleh sebab itu, stasiun ini sering mengalami banjir rob. 

Seperti Stasiun Surabaya Gubeng, di Stasiun Semarang Tawang pun memiliki ciri khas yang unik. Tiap kedatangan kereta, Stasiun Tawang akan membunyikan bel dengan mengalunkan nada lagu “Gambang Semarang”. 

8. Stasiun Purwokerto 

Stasiun ini berada di lokasi yang strategis di pinggir kota, tepatnya terletak di Jln. Stasiun Purwokerto, Kober, Banyumas, Jawa Tengah. Stasiun Purwokerto berada di atas ketinggian sekitar 75 meter. Stasiun ini menyediakan tujuh jalur kereta api, bahkan memiliki jalur ganda yang bisa menempuh jarak Jakarta-Purwokerto via Cirebon hanya dengan waktu lima ja. 

Stasiun Purwokerto juga memiliki ciri khas unik saat kedatangan kereta api, yakni bunyi bel dengan lagu Di Tepinya Sungai Serayu. Ada juga dipo lokomotif yang disebut-sebut terbaik di Jawa Tengah. 

9. Stasiun Cirebon 

Hingga kini, Stasiun Cirebon melayani perjalanan kereta api kelas eksekutif, bisnis, campuran, dan sebagian kelas ekonomi AC plus. Stasiun Cirebon sudah berdiri sejak tahun 1912 dengan bangunan bergaya arsitektur khas Eropa. Ciri khas dari stasiun ini adalah tembok berwarna putih dan jendela besar dengan memadukan gaya art nouveau dan art deco. 

Stasiun Cirebon lebih dikenal dengan nama Stasiun Kejaksaan karena lokasinya yang berada di Kecamatan Kejaksaat, tepatnya di Jln. Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat. Stasiun ini termasuk stasiun terbesar dalam Daerah Operasi III Cirebon. Di stasiun ini melayani perjalanan kereta kelas bisnis dan eksekutif dari jalur utara dan selatan. 

10. Stasiun Madiun 

Berada di atas ketinggian sekitar 63 meter, Stasiun Madiun terletak di Jalan Kompol Sunaryo Nomor 6A, Mangunharjo, Madiun, Jawa Timur. Bahkan Stasiun Madiun menjadi stasiun kereta api tertua dan terbesar di Kota Madiun, sekaligus tertua dan terbesar ketiga di Jawa Timur. Berdiri sejak tahun 1897. 

Awalnya, Stasiun Madiun digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan pada masa kolonial Belanda. Berjalannya waktu, stasiun ini beralih fungsi menjadi melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta lokal/komuter. 

11. Stasiun Manggarai 

Kemudian ada Stasiun Manggarai yang terletak di Jalan Manggarai Utara, Tebet, Kota Jakarta Selatan. Stasiun Manggarai ini nantinya akan menjadi stasiun sentral dan akan ada jalur-jalur khusus untuk kereta api berbagai jurusan. 

Jalu-jalur khusus di Stasiun Manggarai akan terbagi dengan tiga tingkatan bangunan yang meliputi kereta bawah tanah, kereta jalur utama, dan kereta jalur layang. Ada pula jalur ganda dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Manggarai.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD