AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Justin Timberlake Jual Katalog Musik ke Hipgnosis Song Management, Harganya Rp1,4 T

ECOTAINMENT
Andaru Danurdana
Minggu, 29 Mei 2022 07:02 WIB
Kontrak ini diketahui membuat Hipgnosis harus merogoh kocek sebesar USD100 juta alias Rp1,4 triliun demi ‘membeli’ ratusan lagu yang ditulis Justin.
Justin Timberlake Jual Katalog Musik ke Hipgnosis Song Management, Harganya Rp1,4 T (FOTO:MNC Media)
Justin Timberlake Jual Katalog Musik ke Hipgnosis Song Management, Harganya Rp1,4 T (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Penyanyi hollywood Justin Timberlake kini merambah dunia musik solo dan sudah menerbitkan lima album serta puluhan singel. 

Namun, belum lama ini, Ia diketahui menjual keseluruhan katalog lagunya. Bukan tanpa sebab, Justin menjual katalog lagunya kepada sebuah manajemen baru yang bersedia menaunginya, Hipgnosis Song Management

Dilansir dari Entertainment Weekly, Sabtu (28/5/2022), kontrak ini diketahui membuat Hipgnosis harus merogoh kocek sebesar USD100 juta alias Rp1,4 triliun demi ‘membeli’ ratusan lagu yang ditulis Justin.

Hipgnosis sendiri merupakan sebuah perusahaan swasta yang didirikan oleh mantan musisi Merck Mercuriadis asal Kanada. Sudah lumayan melanglang-buana di industri musik, Hipgnosis juga menaungi beberapa nama artis besar dunia sekelas Neil Young, Lindsay Buckingham, dan band Red Hot Chili Peppers.

“Aku bangga bisa menjadi artis baru Hipgnosis. Merck Mercuriadis adalah sosok yang sangat menghargai artis dan karya; Ia selalu mendukung penulis lagu dalam tiap karya mereka,” ungkap Justin.

“Ini adalah permulaan sebuah hubungan yang luar biasa,” tambah Merck. Terjualnya katalog lagu Justin kini menjadi satu lagi kabar serupa dari dunia musik. Sebelumnya, artis-artis sekelas Bruno Mars, Ryan Tedder, bahkan Bob Dylan dan Bruce Spingsteen juga melakukan hal yang sama demi bergabung dengan manajemen dan/atau label yang mereka inginkan.

Sayangnya, menjual katalog lagu tak selamanya merupakan keputusan tepat. Taylor Swift, misalnya, sempat menjual katalog lagunya kepada Scooter Braun dan kini menyesal; membuatnya harus merilis ulang album Fearless dan Red tahun lalu.

Akankah Justin bernasib sama seperti Taylor, atau malah berbanding terbalik?

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD