Selama periode libur dan cuti bersama 13–29 Maret 2026, Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan atau tumbuh 18,80 persen secara tahunan.
Momentum libur nasional ini, menurut Menteri Widiyanti, menjadi pendorong penting aktivitas wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, khususnya pengusaha pariwisata dan pengusaha UMKM di berbagai daerah.
Widiyanti mengatakan sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif di tengah dinamika geopolitik global. Ini tercermin dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara.
“Kemenpar terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Menteri Widiyanti dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Lebih lanjut, Menteri Widiyanti mengatakan untuk menjaga momentum pemulihan sekaligus meningkatkan daya saing, pemerintah terus memantau perkembangan sektor pariwisata secara cermat serta memperkuat langkah-langkah strategis yang terukur.
(Nadya Kurnia)