IDXChannel—Kementerian Pariwisata berencana membuka pasar di wilayah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Oseania untuk mengisi kekosongan kunjungan wisatawan mancanegara dari Timur Tengah.
Konflik geopolitik di Timur Tengah tak hanya berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku strategis, tetapi juga menurunkan potensi kunjungan wisata dari wilayah Timur Tengah.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan bahwa konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat tak dapat dipungkiri memang memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perolehan devisa.
“Kementerian Pariwisata harus melakukan prepositioning dan juga melakukan strategi-strategi yang jitu untuk membuka pasar di Asia Tenggara, Timur, dan Oseania, meningkatkan jumlah wisatawan untuk mengisi kekosongan dari Timur Tengah,” kata Widiyanti dalam konferensi pers Rakornas Pariwisata 2026, Rabu (20/5/2026).
Lebih lanjut Widiyanti menjelaskan, Indonesia harus menjaga capaian devisa pariwisata tertinggi dalam sejarah yang terjadi pada 2025. Pada periode tersebut, devisa dari pariwisata mencapai USD18,27 miliar, setara dengan Rp305,46 triliun.