IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,22 persen atau 32 poin ke level Rp17.843 per USD pada perdagangan Senin (22/6/2026).
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memperingatkan Iran mengenai kemungkinan aksi militer lanjutan.
Menurut Ibrahim, pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang kembali dibuka antara AS dan Iran. Wakil Presiden AS JD Vance diketahui memimpin pembicaraan dengan perwakilan Iran di Swiss guna meredakan ketegangan yang sebelumnya meningkat di kawasan Timur Tengah.
“Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss,” tulis Ibrahim dalam risetnya Senin (22/6/2026).
Meski demikian, pasar memperoleh sentimen positif setelah pembicaraan kedua negara menunjukkan perkembangan konstruktif. Teheran disebut memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, sehingga meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak mentah.