Pencapaian itu dibarengi dengan peningkatan perjalanan wisata sebanyak 17,6 persen dibandingkan dengan 2024 atau sebanyak 1,2 miliar perjalanan.
“Pencapaian ini terus kami jaga momentumnya di tengah situasi sektor pariwisata yang masih dinamis dan penuh tantangan. Mulai dari dinamika geopolitik di Timur Tengah dan juga tekanan ekonomi global hingga perubahan perilaku wisatawan,” ucap dia.
Selain itu, tren pariwisata global saat ini terus menuntut digitalisasi pengalaman wisata yang unik, personal dan berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
“Praktik pariwisata yang berkelanjutan ini juga kita perlu siasati bersama, bukan hanya dari pusat, tetapi di daerah juga dengan asosiasi dan pelaku industri pariwisata. Situasi ini juga membuat kita harus bekerja keras,” pungkas dia.
(Nadya Kurnia)