sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

LSF Ingin Gratiskan Pengurusan Sensor Film yang Bersifat Edukatif

Ecotainment editor Mei Sada
28/01/2026 16:44 WIB
Sepanjang 2025 LSF mencatat telah menilai sebanyak 41.104 judul film. Dari jumlah tersebut, 41.092 judul dinyatakan lulus sensor.
LSF Ingin Gratiskan Pengurusan Sensor Film yang Bersifat Edukatif. (Foto: MNC Media)
LSF Ingin Gratiskan Pengurusan Sensor Film yang Bersifat Edukatif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Lembaga Sensor Film (LSF) tengah mengkaji rencana pembebasan tarif untuk pengurusan sensor film-film yang bersifat edukatif seperti film produksi sekolah vokasi ataupun perguruan tinggi program studi film dan televisi. 

LSF berharap, langkah-langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong pertumbuhan industri film Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan bagi semua pelakunya.

“Artinya kegiatan perfilman, kegiatan untuk pemajuan perfilman yang berbasis pendidikan ini bisa dikenakan tarif Rp0,” tutur Ketua LSF Naswardi dalam konferensi pers, Rabu (28/1/2026).

LSF juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis pada 2026 untuk menyempurnakan regulasi perfilman nasional. Salah satu yang menjadi prioritas adalah mendorong revisi UU No. 33/2009 tentang Perfilman.

Naswardi mengatakan revisi UU tersebut diperlukan untuk menjawab berbagai isu baru. Terutama tentang perkembangan platform over the top (OTT), klasifikasi usia, serta perlakuan yang setara bagi industri televisi, bioskop, dan OTT.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement