AALI
9950
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
189
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1395
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
750
ALDO
1365
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.48
1.13%
+5.71
IHSG
6698.18
1.08%
+71.31
LQ45
953.94
1.12%
+10.60
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Mantap! Wahana NASA Berhasil Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti Dewi
Rabu, 01 Desember 2021 14:55 WIB
Wahana antariksa milik NASA, Parker Solar Probe, telah membuat dua rekor baru selama terbang ke-10 kali dari Matahari.
Wahana NASA Berhasil Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari
Wahana NASA Berhasil Cetak Rekor Jarak Terdekat dari Matahari

IDXChannel - Wahana antariksa milik NASA, Parker Solar Probe, telah membuat dua rekor baru selama terbang ke-10 kali dari Matahari.

Mengutip Daily Mail, Rabu (1/12/2021), penjelajah ruang angkasa itu berada dalam jarak terdekat yakni sekitar  5,3 juta mil atau 8,5 juta kilometer dari Matahari.

Tak hanya itu, pada penerbangan pada 21 November lalu itu, Parker Solar Probe juga memecahkan rekor lain sebagai benda tercepat yang melesat hingga 586.864 kilometer per jam.

Sebagai perbandingan, dengan kecepatan itu dapat mencapai Bumi ke Bulan dalam waktu kurang dari satu jam, sebuah perjalanan yang biasanya memakan waktu sekitar tiga hari.

Selama perjalanan ini, probe juga mendeteksi jumlah debu yang lebih tinggi dari yang diharapkan di dekat Matahari, menurut Nour Raouafi, ilmuwan proyek Parker Solar Probe di Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland

"Yang menarik dari adalah ini sangat meningkatkan pemahaman kita tentang wilayah terdalam heliosfer kita, memberi kita wawasan tentang lingkungan yang sampai sekarang  merupakan misteri," jelasnya.

Sementara Parker Solar Probe tidak membawa detektor debu, saat butiran debu menabrak pesawat ruang angkasa, awan plasma tercipta.

Awan ini menghasilkan muatan listrik unik yang ditangkap oleh beberapa sensor pada instrumen FIELDS probe yang dirancang untuk mengukur medan listrik dan magnet di dekat Matahari.

Debu dapat menimbulkan potensi bahaya pada benda luar angkasa ini, meskipun memiliki beberapa fitur untuk membantunya menahan kerusakan.

Jim Kinnison, insinyur sistem misi Parker Solar Probe menjelaskan bahwa mereka merancang bahan dan komponen yang bertahan dari dampak debu berkecepatan tinggi dan efek dari partikel yang lebih kecil yang tercipta dalam dampak ini. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD