AALI
9875
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1015
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4170
AKSI
426
ALDO
1075
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.26
1.62%
+8.06
IHSG
6560.80
0.82%
+53.13
LQ45
945.48
1.5%
+13.94
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Mayoritas Pengguna Medsos di RI Punya Akun Ganda dan Main Internet 8,5 Jam Sehari

ECOTAINMENT
Arif Budianto/Kontributor
Kamis, 25 November 2021 09:57 WIB
Pengguna internet terutama media sosial di Indonesia hingga kini diperkirakan mencapai 200 juta.
Pengguna internet terutama media sosial di Indonesia hingga kini diperkirakan mencapai 200 juta. (Foto: MNC Media)
Pengguna internet terutama media sosial di Indonesia hingga kini diperkirakan mencapai 200 juta. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pengguna internet terutama media sosial di Indonesia hingga kini diperkirakan mencapai 200 juta. Dari jumlah itu, jutaan masyarakat menggunakan media sosial dengan akun ganda.

Dewan Pengarah Siberkreasi dan Praktisi Digital Ndoro Kakung mengungkapkan, pengguna media sosial di Indonesia telah lebih dari 200 juta. Deri jumlah itu, rata-rata setiap orang memiliki sepuluh akun di media sosial dengan nama berbeda.

“Mereka pengguna media sosial telah menghabiskan waktunya 8,5 jam untuk berselancar di dunia maya setiap harinya” ujar Ndoro dalam Talkshow bertema “Ngobrolin Literasi Digital” pada kegiatan Literasi Digital Netizen Fair (LDNF) 2021.

Oleh karena itu, kata dia, perlu upaya nyata untuk mengedukasi masyarakat memanfaatkan medsos lebih positif. Salah satunya melalui langkah edukatif agar medsos bisa memberi manfaat positif. 

Menteri Komunikasi dan Informatika  Johnny G Plate menyebut, digitalisasi menurutnya memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Namun tidak sedikit informasi yang juga harus disaring karena bisa berdampak kepada terjadinya tsunami digital.

“Layaknya pisau bermata dua, punya sisi negatif dan positif. Seiring kemudahan yang ditawarkan, juga terdapat sisi gelap internet, seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, konten radikalisme dan terorisme,” ungkap Johnny G Plate. 

Karena itulah, Kementerian Kominfo menilai, literasi digital menjadi kemampuan strategis dan sudah menjadi sebuah keharusan dalam menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan nyaman. Juga untuk menciptakan masyarakat yang berdaya secara digital.

Sepanjang tahun 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah menjalankan Program Nasional Literasi Digital sebagai salah satu upaya untuk mempercepat terwujudnya transformasi digital. Pada tahun ini, Program Literasi Digital Nasional menargetkan untuk dapat menjangkau 12,5 juta masyarakat Indonesia di 514 kabupaten/kota pada 34 provinsi.

Kementerian Kominfo berkolaborasi dan bekerjasama dengan mitra/jejaring GNLD Siberkreasi secara masif dan meluas di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/Kota. Adapun tujuan dari dilaksanakannya program literasi digital adalah untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital serta mengembangkan dan meningkatkan  keterampilanmasyarakat Indonesia di dunia digital.

Pelaksanaan LDNF 2021 digelar di berbagai kota besar seperti Padang, Pekanbaru, Pontianak, Bandung, Palu dan Papua. Acara ini mendapatkan atensi yang cukup positif dari masyarakat. Tidakkurang dari 500 peserta hadir dalam pelaksanaan hari pertama dari dua hari pelaksanaan (23 -24 November 2021).

Salah seorang peserta asal Bandung yang hadir di Graha Manggala Siliwangi Arfandi berpendapat, Literasi Digital Netizen Fair 2021 cukup penting dilaksanakan mengingat semakin luasnya penggunaan teknologi digital informasi terutama dikalangananak-anak muda.

"Acara ini lumayan cukup bagus yah diadakan, karena jarang sekali ada event-event seperti ini yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Apalagisaya sebagai anak muda yang tiap hari mengubah teknologi digital sangat menambah wawasan," pungkasnya.

LDNF 2021 yang sukses dilaksanakan di hari pertamanya , Selasa 23 November, mampu menyedot atensi tidak kurang dari 4000-an peserta. Mereka hadir secara luring dan juga diikuti oleh ribuan peserta secara daring ini. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD