Platform yang memiliki lebih dari 325 juta pelanggan tersebut sebelumnya telah menghapus paket dasar tanpa iklan sejak 2023, sehingga pilihan pelanggan kini terbatas pada paket standar (dengan iklan) serta paket premium dengan harga lebih tinggi.
Dengan penyesuaian harga ini, analis dari TD Cowen memperkirakan pendapatan rata-rata per pelanggan di wilayah AS dan Kanada akan meningkat sekitar 6 persen secara tahunan pada 2026. Kenaikan harga terakhir sendiri dilakukan pada awal tahun lalu.
Dari sisi kinerja, Netflix melaporkan pendapatan sebesar USD12,1 miliar (Rp205,07 triliun) untuk periode Oktober-Desember, sedikit melebihi perkiraan analis.
Sebelumnya pada Februari, Netflix juga menarik diri dari proses penawaran aset streaming dan studio milik Warner Bros, sehingga membuka jalan bagi Paramount Skydance untuk mengakuisisi studio tersebut dalam kesepakatan senilai USD110 miliar (Rp1.864 triliun). (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)