Kendati demikian, besarnya potensi pasar tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pengembang game lokal. Saat ini, nilai pasar game asing di Indonesia masih lebih besar dibandingkan game buatan dalam negeri.
Menurut Roro, tantangan utama yang dihadapi pengembang game nasional bukan terletak pada kualitas maupun kreativitas produk. Kendala justru berada pada keterbatasan akses terhadap etalase digital, visibilitas, distribusi, serta pengembangan mekanisme monetisasi yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.
Dia pun menekankan pentingnya pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif bagi pengembang game lokal, guna menjembatani tingginya antusiasme konsumen dengan transaksi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
“Ke depan, tugas kita bersama bukan hanya menciptakan game yang berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar yang besar ini benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang game nasional," katanya.
Roro optimistis, dengan sinergi yang kuat, industri dan ekosistem game Indonesia akan tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing global.
(Rahmat Fiansyah)