"Kami bangga dapat bermitra dengan JA Asia Pasifik dan CloudSwyft, untuk terus memberikan dukungan dan pengembangan yang sangat dibutuhkan bagi para talenta di Indonesia dan Asia Tenggara," tambahnya.
Mendukung bakat melalui pengasahan keterampilan untuk jalur karier teknologi. Program ini diproyeksikan akan melibatkan lebih dari 60.000 peserta dari seluruh wilayah pada tahun pertama, termasuk 10.000 peserta dari Indonesia.
Mereka akan memulai pelatihan dengan orientasi melalui webinar, memperkenalkan jalur karier yang melibatkan keterampilan digital, kursus ilmu data, serta penilaian lab oleh CloudSwyft, untuk menilai pembelajaran dan pemahaman. Kursus-kursus ini juga akan ditawarkan dalam bahasa lokal termasuk Bahasa Indonesia, untuk menghindari hambatan bahasa dan membuatnya lebih mudah diakses oleh semua orang.
Peserta yang menyelesaikan orientasi akan menerima kredensial digital, yang disertifikasi oleh Microsoft, JA Asia Pasifik, dan CloudSwyft, untuk dapat dimasukan dalam portofolio profesional dan profil LinkedIn mereka.
Mengikuti orientasi, peserta dapat memilih jalur pembelajaran pilihan mereka berdasarkan lima jalur karier yang berbeda, yaitu analis data, ilmuwan data, operasi pengembangan, pengembang perangkat lunak, dan dukungan TI. Setiap jalur karier membutuhkan antara 10 hingga 20 jam pelatihan, sekaligus memberi peserta akses satu jam bimbingan daring. Setelah kursus selesai, peserta akan menerima kredensial digital lain, yang menyatakan penyelesaian jalur karier mereka, dan mengakui keterampilan digital yang baru mereka pelajari. Semua kredensial digital yang ditawarkan dalam program ini akan dipersonalisasi dengan nama peserta, dan diakreditasi oleh Microsoft, JA Asia Pasifik, dan CloudSwyft.