“LVMH jelas-jelas tengah mengecek mana brand yang kurang menghasilkan di portofolio mereka, brand mana yang menyeret margin grup,” tutur analis Bernstein Luca Solca.
Pelepasan aset ini dianggap sebagai keputusan perusahaan yang tidak biasa, bukan tradisi Bernard Arnault, yang notabene membangun perusahaan ini dengan rangkaian akuisisi, dan tidak semua akuisisi dikabarkan secara positif oleh media pada masanya.
Sejak tahun 2000, LVMH telah mengambil alih 206 brand. Termasuk pembelian produsen perhiasan terkenal asal Amerika, Tiffany, senilai USD16 miliar, dan pembelian Bvlgari senilai USD4,3 miliar.
Pada periode yang sama, LVMH menjual 122 brand dalam portofolionya, tetapi dalam skala kecil. Seperti brand fashion Donna Karan dan brand kaos Thomas Pink.
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah LVMH lebih sering merampingkan struktur portofolionya alih-alih menambah aset dalam portofolionya,” tutur seorang analis segmen luxury.