Dalam penelitian tersebut, orang yang melakukan latihan beban mengalami gejala depresi hingga 34 persen lebih rendah. Temuan ini bisa menjadi salah satu alasan untuk mempertimbangkan olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
Salah satu hal menarik yang dibahas adalah bahwa manfaat latihan beban tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya latihan atau peningkatan kekuatan otot.
Menurut dr. Adam, efek yang ditemukan dalam penelitian tersebut tidak bergantung pada volume latihan maupun seberapa besar peningkatan kekuatan otot seseorang. Hal yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dalam berolahraga.
“Efek ini enggak tergantung pada seberapa besar volume latihan dan gimana peningkatan kekuatan ototnya, yang penting rutin dulu aja,” jelasnya.
Artinya, seseorang tidak harus langsung menjalani latihan berat atau memaksakan diri mengangkat beban besar ketika baru mulai berolahraga. Aktivitas bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.