Untuk itu, Naswardi optimistis pasar Indonesia menjadi pasar yang diperebutkan oleh berbagai pasar film dari berbagai negara di dunia.
“Pada saat film global ini stagnan di angka 2 persen, film nasional kita ini tumbuh di angka 5–6 persen. Maka pasar Indonesia adalah pasar potensial yang diperebutkan oleh berbagai pasar film dari berbagai negara di dunia,” ujar Naswardi.
Saat ini, tercatat ada 19 negara yang filmnya masuk dan tayang di Indonesia. Negara-negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, hingga China yang kini masuk dalam lima besar negara dengan film impor terbanyak.
LSF menilai kondisi ini menunjukkan besarnya daya tarik pasar Indonesia di mata internasional. Namun, Naswardi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan agar film nasional tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus memperluas peluang ekonomi ke luar negeri.