"Pasar yang ada ini kita rawat untuk kepentingan film nasional, tetapi juga kita tidak hanya fokus. LSF ingin mendorong para rumah produksi di Indonesia untuk juga tidak hanya berfokus pada pasar dalam negeri tetapi juga pasar di kawasan ASEAN maupun Asia maupun dunia,” katanya.
LSF mencatat, hingga kini film Indonesia masih relatif minim penetrasi di pasar ASEAN dan Asia, meskipun film dari Thailand dan Malaysia cukup banyak masuk ke Indonesia.
Untuk itu, LSF berencana memperkuat kerja sama dengan lembaga sensor film di berbagai negara, seperti Lembaga Penapis Film Malaysia, Office Screening Thailand, hingga Korea Media Rating Board di Korea Selatan.
"Kami ingin ke depan ada kesepahaman bahwa kita sama-sama membuka ruang bagi film dari negara masing-masing untuk diberikan izin tayang, untuk diberikan surat tanda lulus sensor pada masing-masing kebijakan di negara yang bersangkutan,” kata Naswardi.
Dia berharap upaya ini dapat membuka akses distribusi film Indonesia ke pasar internasional. Selain itu juga memperkuat kontribusi industri perfilman terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
(Dhera Arizona)