AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Terjebak Ransomware, Perusahaan Pemasok Daging Sapi AS Bayar Tebusan Rp156,5 Miliar

ECOTAINMENT
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 11 Juni 2021 10:12 WIB
Sebuah perusahaan pemasok daging terbesar asal Amerika Serikat (AS), JBS, terpaksa melakukan langkah tidak biasa untuk menyelamatkan perusahaannya.
Terjebak Ransomware, Perusahaan Pemasok Daging Sapi AS Bayar Tebusan Rp156,5 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sebuah perusahaan pemasok daging terbesar asal Amerika Serikat (AS), JBS, terpaksa melakukan langkah tidak biasa untuk menyelamatkan perusahaannya. Mereka memilih membayar para peretas (hacker) dengan uang USD11 juta atau Rp156,5 miliar agar operasional bisa berjalan kembali.

Langkah ini diakui oleh CEO JBS, Andre Nogueira, yang menurut dia terpaksa membayar tebusan hingga ratusan miliar. Dia menilai kebijakan ini merupakan langkah positif, sebab sangat sulit mengembalikan data perusahaan yang terkunci akibat ulah para peretas.

"Namun kami merasa keputusan ini harus dibuat untuk mencegah potensi resiko bagi pelanggan," kata Andre Nogueira, seperti dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (10/6/2021)..

Tindakan ini terjadi setelah jaringan komputer perusahaan dijebol oleh kelompok peretas bernama REvil. Demi menyelamatkan agar file mereka tetap aman, mereka memilih membayar, meskipun beberapa sistemnya bisa dioperasikan kembali tanpa bantuan dari hacker.

"Pada saat pembayaran, sebagian besar fasilitas perusahaan telah beroperasi," kata perusahaan 

JBS menambahkan perusahaan membuat keputusan mengurangi masalah tak terduga terkait serangan itu, sekaligus memastikan tidak ada data yang dicuri. Akibat dari peretasan itu, pabrik daging JBS di AS dan Australia harus ditutup setidaknya satu hari.

Jebakan ransomware ini memang menjadi mopmok bagi sejumlah perusahaan besar di dunia, sehingga beberapa di antaranya memilih membayar tebusan. Padahal, langkah tersebut tidak direkomendasikan pemerintah AS meski tidak ada sanksi dan pembayaran tebusan bukan aktivitas ilegal. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD