IDXChannel—’The Odyssey’ menjadi film panjang pertama di dunia yang seluruh adegannya direkam menggunakan kamera IMAX. Seperti diketahui, umumnya kamera IMAX hanya digunakan untuk adegan-adegan tertentu.
Keputusan tersebut menghasilkan detail visual yang lebih kaya dengan skala gambar jauh lebih luas dibandingkan dengan format film konvensional. Dipadukan dengan adaptasi kisah legendaris karya Homer, pengalaman menontonnya dirancang agar terasa lebih imersif sekaligus emosional.
Pilihan Nolan mengadaptasi ‘The Odyssey’ bukan tanpa alasan. Karya Homer itu dikenal sebagai salah satu fondasi sastra Barat yang memengaruhi banyak cerita lintas generasi. Meski telah berusia ribuan tahun, kisah tersebut belum pernah diangkat menjadi blockbuster modern.
Melansir Universal Pictures (16/7/2026), Nolan pun mengaku tertantang menerjemahkan dunia mitologi Yunani dalam bahasa sinema yang berbeda. "Saya ingin menceritakannya dengan cara yang belum pernah dilakukan," ujarnya.
Ambisi tersebut diwujudkan melalui produksi berskala besar di enam negara. Pengambilan gambar berlangsung di Maroko, Yunani, Italia, Islandia, Skotlandia, dan Amerika Serikat. Setiap lokasi dipilih untuk menghadirkan bentang alam yang mendukung perjalanan panjang Odysseus.
Penggunaan kamera film IMAX juga memungkinkan setiap lanskap, adegan laga, dan detail visual tampil lebih nyata. Alhasil, skala petualangan yang dibangun terasa semakin megah di layar lebar.
Cerita film berpusat pada perjuangan Odysseus, Raja Ithaka, yang berusaha pulang setelah Perang Troya berakhir. Perjalanan itu berubah menjadi pengembaraan selama sepuluh tahun yang penuh bahaya. Ia menghadapi amukan laut, campur tangan para dewa, serta makhluk-makhluk dalam mitologi Yunani.
Odysseus juga harus melawan Cyclops Polyphemus, godaan Siren, sihir Circe, hingga Calypso yang berusaha menahannya. Setiap rintangan menguji keberanian, kecerdikan, sekaligus tekadnya untuk kembali kepada keluarga.
Sementara itu, Penelope tetap mempertahankan Kerajaan Ithaka ketika banyak pelamar berusaha merebut takhta. Putra mereka, Telemachus, memilih mencari jejak sang ayah daripada terus menunggu kepastian.
Nolan kemudian merangkai kisah klasik tersebut menjadi perpaduan petualangan, peperangan, drama keluarga, dan pergulatan manusia melawan takdir. Pendekatan itu membuat cerita berusia ribuan tahun terasa lebih dekat dengan penonton masa kini. Kemegahan visualnya berjalan seimbang dengan kedalaman emosi para tokohnya.
Skala produksi yang besar turut meninggalkan kesan bagi para pemain. Pemeran Odysseus, Matt Damon, menyebut proyek tersebut sebagai yang terbesar sepanjang kariernya. "Ini film terbesar yang pernah saya perankan," kata Matt Damon.
Pemeran Penelope, Anne Hathaway, mengaku telah mencintai kisah 'The Odyssey' sejak SMP. ”The Odyssey memiliki tempat spesial di hati saya,” kata Anne.
Sementara itu, pemeran Telemachus, Tom Holland, mengatakan, penggunaan kamera IMAX memaksanya mempelajari teknik baru. "Saya belajar lagi dari nol," ujar Tom Holland.
Penayangan film di Indonesia juga disertai sejumlah aktivitas bagi penggemar. Universal Pictures International menghadirkan instalasi Kuda Troya di The Crystal, Senayan City, Jakarta, hingga 26 Juli 2026.
Pengunjung juga dapat mengoleksi empat desain collectible pin eksklusif yang dirilis bertahap melalui pembelian tiket IMAX.
(Nadya Kurnia)