AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Vaksin Covid-19 Dituding Sebabkan Hepatitis Misterius, Ini Kata Kemenkes

ECOTAINMENT
Siska Permata Sari
Minggu, 08 Mei 2022 18:01 WIB
Beredar kabar munculnya penyakit hepatitis akus yang menyerang anak-anak di beberapa negara termasuk di Indonesia, disebabkan vaksin covid-19.
Vaksin Covid-19 Dituding Sebabkan Hepatitis Misterius, Ini Kata Kemenkes (FOTO: MNC Media)
Vaksin Covid-19 Dituding Sebabkan Hepatitis Misterius, Ini Kata Kemenkes (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Beredar kabar munculnya penyakit hepatitis akus yang menyerang anak-anak di beberapa negara termasuk di Indonesia, disebabkan vaksin covid-19. Namun hal tersebut dibantah Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Meski sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya, namun muncul rumor bahwa hepatitis akut tersebut disebabkan oleh vaksinasi Covid-19. Terkait ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun membantah dengan tegas.

“Benarkah Hepatitis Akut disebabkan oleh Vaksinasi COVID-19? Tidak benar!” demikian pernyataan Kemenkes RI dikutip dari Twitter resminya, Minggu (8/5/2022).

Lewat pernyataan tersebut, Kemenkes RI menegaskan bahwa tidak ada kaitannya antara vaksinasi Covid-19 dan hepatitis akut. “Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan antara keduanya, melainkan adanya kejadian yang bersamaan,” cuitnya.

Beberapa waktu lalu, Lead Scientist untuk kasus ini, Prof dr Hanifah Oswari, SpA(K) juga mengungkapkan hal serupa. “Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin Covid-19 itu tidak benar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit hepatitis akut dengan virus Covid-19. Dia menduga bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dan sebagainya. 

Untuk mencegah risiko infeksi, dia menyarankan agar orangtua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan. “Untuk mencegah dari saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain, serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit,” jelasnya.

Selain itu, untuk mencegah penularan hepatitis akut melalui saluran pernafasan dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Di antaranya memakai masker, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD