AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1040
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
965
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27941.69
-0.31%
-87.88
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
825,254 / gram

Ada Teh Ikan Cupang, Seperti Apa Khasiatnya?

IDXTAINMENT
Sindonews
Jum'at, 12 Februari 2021 10:23 WIB
Terdapat peningkatan tren terkait pemeliharaan ikan cupang selama pandemi COVID-19 di Indonesia dan tidak terkecuali di Bangkalan.
Ada Teh Ikan Cupang, Seperti Apa Khasiatnya?  (FOTO: MNC Media)
Ada Teh Ikan Cupang, Seperti Apa Khasiatnya? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pamor ikan cupang selama pandemi COVID-19 ini terus berkibar. Bahkan, banyak warga yang menghabiskan waktu di rumah untuk memilih budidaya ikan cupang karena tidak memakan banyak tempat.   

Ternyata, di Desa Demangan, Bangkalan para warganya bersama dengan Kelompok 46 Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) Universitas Airlangga menciptakan produk yang bernama Bettapang, sebuah teh ikan cupang. Wah ko bisa seduhan teh ikan cupang? 

Ketua Kelompok 46 Annisa Nur Ilmastuti mengatakan, teh ikan cupang itu bukan teh untuk diminum, melainkan substansi dari daun ketapang kering yang digunakan dalam pemeliharaan ikan cupang. 

Menurut Annisa, terdapat peningkatan tren terkait pemeliharaan ikan cupang selama pandemi COVID-19 di Indonesia dan tidak terkecuali di Bangkalan. 

Bahkan, warga Desa Demangan sudah ada dua pelaku usaha budidaya ikan cupang yang memiliki keunggulan lantaran terdapat banyak sekali pohon ketapang di tepian sungai desa. 

“Pemelihara ikan cupang di perkotaan seperti di Surabaya harus membeli daun ketapang kering, karena jarang ada pohon ketapang di kota. Bahkan, saya sendiri pernah melihat ada daun ketapang yang belum diolah sama sekali, itu dijual online seharga Rp150 ribu,” jelas mahasiswa angkatan 2017 itu. 

Dia menjelaskan, pengolahan daun ketapang agar dapat digunakan dalam pemeliharaan ikan cupang itu harus melalui beberapa proses. Daun yang sudah kecoklatan itu, harus direndam dengan air garam selama semalam lalu dikeringkan hingga daun dan tulangnya dapat dipisahkan dengan mudah. 

Nah, daunnya itulah yang menjadi teh ikan cupang. “Proses tersebut sedikit rumit dan terkadang orang kesulitan melakukan proses tersebut, oleh karena itu kami ciptakan Bettapang. Bettapang merupakan produk teh ikan cupang yang telah dikemas layaknya teabag, jadi pembeli dapat langsung menggunakannya bak teh celup di kolam ikan cupangnya,” pungkas dia. 

Annisa mengatakan, bahwa keunggulan lain dari produk Bettapang adalah kolam atau toples ikan cupang akan jauh lebih bersih karena tidak meninggalkan daun kering. 

Sehingga, membuat nilai estetika dari pemeliharaan ikan cupang dapat lebih tinggi. So, jadi berminat mencicipi teh ikan cupang? (sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD