IDXChannel - Nilai tukar rupiah turun 20 poin atau sekitar 0,12 persen ke level Rp16.925 per USD pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menilai, pelemahan rupiah masih didorong oleh sentimen konflik di Timur Tengah.
"Pertempuran antara AS, Israel, dan Iran telah meningkat selama seminggu terakhir, dengan serangan rudal dan serangan balasan menyebar di seluruh wilayah dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global," tulis Ibrahim dalam risetnya, Jumat (6/3/2026).
Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya ingin berperan dalam menentukan pemimpin Iran berikutnya. Hal tersebut semakin meningkatkan ketidakpastian tentang masa depan politik di kawasan tersebut.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak mentah telah memicu kekhawatiran tentang gelombang inflasi global yang baru sehingga mempersulit bank sentral global dalam membuat kebijakan.