AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Berawal dari Hobi Memasak, Pemilik Coto Makassar Ini Raup Rp14 Juta per Hari dan Punya Empat Cabang

INSPIRATOR
Novi Fauziah
Sabtu, 13 November 2021 07:38 WIB
Harga makanan yang dibanderol juga cukup terjangkau, mulai dari kisaran Rp25 ribu dan untuk ketupat serta burasnya hanya dibanderol Rp3,000 saja.
Berawal dari Hobi Memasak, Pemilik Coto Makassar Ini Raup Rp14 Juta per Hari dan Punya Empat Cabang (FOTO:MNC Media)
Berawal dari Hobi Memasak, Pemilik Coto Makassar Ini Raup Rp14 Juta per Hari dan Punya Empat Cabang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Lezat dan mengenyangkan, ya itulah Coto Makassar. Kuliner Nusantara ini nisa ands jumpai bukan hanya di Makasar lho, tapi juga di penyangga kota seperti Jakarta. 

Nurhasan, owner Coto Makassar Nusantara memilih kudapan satu ini menjadi menu kuliner andalannya.

Kepada MNC Portal ia menceritakan, awal mula terbentuknya resto coto Makassar yang membuatnya kini menjadi salah satu pengusaha kuliner yang sukses. Serta kini membuka cabangnya di Jakarta. 

Nurhasan mengatakan, berawal dari hobinya memasak dan makan. Ia pun diwarisi resep coto Makassar dari sang ibunda, yang merupakan asli dari Makasar. 

Sebuah ide muncul, pada awal 2000 ia membuka kedai coto Makassar di kaki lima. Hanya bermodalkan gerobak, tenda dan beberapa kursi serta spot untuk makan di tempat. 

"Awalnya di kaki lima. Buka dari sore sampai sehabisnya," ujarnya saat ditemui di resto cabang terbarunya di Mangga Besar, Jakarta Pusat Rabu, 10 November 2021. 

Ia juga membeberkan, keuntungan bersih perharinya sedikitnya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp14 juta. Padahal modal awalnya tidak sebanyak itu. 

Setelah tiga bulan bisnis coto Makassarnya berjalan, ternyata makanan yang dijualnya ini laris manis dan Nurhasan langsung menyewa sebuah tempat, seperti ruko, untuk tempat jualan barunya. 

"Cuma tiga bulan dagang di kaki lima," ujarnya.

Kini Nurhasan memiliki empat cabang restoran. Tiga cabang ada di Ambon, dan yang terbaru kini di Jakarta Pusat. 

Nurhasan mengatakan, pelanggannya datang dari berbagai kalangan. Seperti selebritis, food Vloger, pejabat daerah, pilot, pengusaha, hingga salah satu dari Kementerian RI juga menjadi langganannya. 

Menariknya lagi, dalam dua hari Nurhasan bisa menghabiskan satu ekor sapi. Mulai dari jeroan, daging sampai ke tulang-tulangnya habis terjual. Di hari pertama cabangnya di Jakarta saja, restorannya mentahbiskan sedikitnya 130 mangkuk coto Makassar. 

Lebih lanjut, sebenarnya tidak ada yang spesial, semua racikan bumbu ia olah sendiri. Serta masih menggunakan alat tradisional, seperti tumbukan sehingga cita rasanya semakin lezat. 

Bukan hanya coto Makassar, di restorannya ini ia juga menyajikan menu lainnya yaitu sup konro yang tidak kalah nikmatnya. Porsinya cukup besar, dan puas, daging iganya pun meleleh di mulut. 

Baik coto Makassar dan sup konro, Nurhasan menyajikannya dengan ketupat juga buras sebagai karbohidratnya. Ditambah sambal, perasaan jeruk nipis, bawang daun, hingga bawang goreng akan membuat hidangan ini semakin nikmat serta kaya rasa. 

Harga makanan yang dibanderol juga cukup terjangkau, mulai dari kisaran Rp25 ribu dan untuk ketupat serta burasnya hanya dibanderol Rp3,000 saja. 

Nurhasan berharap, masyakarat Jakarta dapat menikmati kuliner khas satu ini dan tidak perlu jauh-jauh terbang ke Makassar atau Ambon untuk mencicipi coto dan sup konro.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD