AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Inspiratif! Wanita Ini Sulap Ban Bekas Jadi Tambang Emas Hitam Baru

INSPIRATOR
Husni Isnaini
Rabu, 20 Oktober 2021 10:06 WIB
Inspiratif, mungkin itu yang ada dibenak anda jika melihat Ifedolapo Runsewe, entrepreneur perempuan berkebangsaan Nigeria
Inspiratif! Wanita Ini Sulap Ban Bekas Jadi Tambang Emas Hitam Baru (FOTO:MNC Media)
Inspiratif! Wanita Ini Sulap Ban Bekas Jadi Tambang Emas Hitam Baru (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Inspiratif, mungkin itu yang ada dibenak anda jika melihat Ifedolapo Runsewe, entrepreneur perempuan berkebangsaan Nigeria. Bagaimana tidak, meski hidup di negara yang sangat bergantung pada pendapatan ekspor minyak, dirinya mampu menjadikan ban mobil bekas menjadi emas hitam baru

Nigeria yang merupakan salah satu negara terpadat di Afrika, dengan sekitar 206 juta jiwa penduduknya, telah berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di benua hitam. Berdasarkan data Bank Dunia, tahun lalu pendapatan per kapita negara itu mencapai USD2.097. 

Tak pelak, kaum sejahtera di Nigeria terus bertambah, sehingga penjualan mobil pun terus membanyak. Journals.sagepub.com tahun 2018 melaporkan bahwa jumlah kendaraan di Nigeria sebanyak 35,3 juta unit. Jumlah itu diperkirakan bertambah menjadi 48,7 juta pada 2030 dan 76,1 juta pada 2040. 

Bertambahnya jumlah kendaraan, meluber pula limbah ban-ban bekas di sejumlah kota besar di Nigeria. Espact.com menyebut lebih dari 10 juta ban mobil dibuang setiap tahun di Nigeria. 

Limbah ban itu ternyata dilihat sebagai tambang emas hitam baru oleh Runsewe. Dia kemudian mendirikan Freetown Waste Management Recycle, sebuah pabrik yang didedikasikan untuk mengubah ban bekas menjadi batu bata paving, ubin lantai, dan barang-barang lainnya yang sangat diminati di negara terpadat di Afrika. 

"Menciptakan sesuatu yang baru dari sesuatu yang jika tidak akan tergeletak di suatu tempat sebagai limbah adalah bagian dari motivasi," kata Runsewe kepada Reuters, awal Oktober lalu, dikutip Selasa (19/10/2021). 

Menurutnya, pabrik itu mampu menciptakan seluruh rantai nilai di sekitar ban. Kebutuhan ban bekas Freetown dipasok oleh para pemulung. Mereka membeli sebuah ban bekas dengan harga USD0,17 hingga USD0,24 atau Rp2.400 sampai Rp3.400. 

Freetown mulai beroperasi pada tahun 2020 dengan hanya empat karyawan, dan pertumbuhannya sangat pesat sehingga tenaga kerja melonjak menjadi 128 orang. Sejauh ini, dengan fasiltas pabrik senilai USD5 juta, lebih dari 100.000 ban telah didaur ulang menjadi barang-barang yang lebih berdaya guna.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD