AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Cari Rezeki Pakai Kursi Roda, Abit Raup Rp150 Ribu per Hari dari Jualan Tisu dan Masker

INSPIRATOR
Oktorizi Alpino/Sindonews
Sabtu, 04 September 2021 18:49 WIB
Abit (51) warga Malaka III RT 06/03, Duren Sawit, Jaktim, tak kenal lelah berjualan tisu dan masker dengan kursi roda demi kebutuhan sehari-hari.
Cari Rezeki Pakai Kursi Roda, Abit Raup Rp150 Ribu per Hari dari Jualan Tisu dan Masker (Dok.MNC Media)
Cari Rezeki Pakai Kursi Roda, Abit Raup Rp150 Ribu per Hari dari Jualan Tisu dan Masker (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pantang ada kata putus asa di kamus Abit (51) warga Malaka III RT 06/03, Duren Sawit, Jakarta Timur. Dengan dibantu kursi roda Abit setiap hari harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk menjajakan dagangan tisu dan masker di tengah pandemi. 

"Saya udah jualan itu dari tahu 1984. Sejak lahir memang saya punya kelainan di kaki," ujarnya di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/9/2021). 

Berbagai macam jualan jenis dagangan pernah dia lakoni. Mulai dari berjualan mainan anak-anak hingga sempat menjadi loper koran. Namun seiring pesatnya perkembangan zaman usahanya menjajakan aneka mainan anak dan mengantar koran ke rumah-rumah pelanggan pun kian hari kian sepi.

"Pertama kali itu jualan mainan anak-anak, baru jadi loper koran antar koran ke rumah pelanggan. Alhamdulillah kalau itu kan udah pasti dapet uangnya, ketimbang jualan mainan," ucapnya.

Lantaran kini masyarakat sudah beralih ke media online pun membuat Abit harus putar otak untuk memenuhi kebutuhannya serta keluarga. Akhirnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, Abit memutuskan untuk berjualan tisu dan masker.

Menurutnya, pendapatan dari jualan tisu dan masker lumayan dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam sehari hasil dari jualan tisu dan masker mencapai Rp 150 ribu. Belum lagi jika barang dagangan yang dibawanya banyak penghasilannya pun ikut bertambah.

"Kalau modalnya lagi ada itu bisa bawa barang dagangan banyak. Sehari bisa ngantongin Rp 300 ribu," ungkapnya.

Namun, sejak penerapan PPKM pendapatan Abit pun ikut menurun. Itu diakibatkan lantaran pembeli yang di dominasi para pekerja kantoran tidak lagi melakukan aktivitas di kantor.

"Pas PPKM ini ya sepi banget, biasanya yang beli itu kan orang-orang yang kerja sekarang karena katanya itu kerja dari rumah jadi udah jarang yang beli," tuturnya.

Kendati demikian, Abit dan keluarga merasa bersyukur meski saat ini kondisi masih dalam pandemi Covid-19. Pasalnya, semua kebutuhannya dapat tercukupi.

"Alhamdulillah walaupun dagangan sepi istri juga bisa bantu-bantu karena punya warung kelontong juga. Saya enggak punya rumah, masih numpang sama kakak. Saya juga belum punya anak, tapi semua harus disyukuri aja kondisinya masih kaya gini," tandasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD