Kesuksesan yang didapat oleh Witjaksono ternyata tidak datang secara tiba-tiba. Pria kelahiran 1981 ini bahkan sudah mulai mencari uang sendiri sejak menginjak usia 6 tahun.
Saat masih duduk di bangku SD, Witjaksono bersekolah di sekolah yang sama dengan anak-anak Bupati, pejabat, dan orang kaya. Karena itu, Witjaksono mulai berjualan berbagai mainan agar dibeli oleh teman-temannya.
Barang-barang yang ia jual pun beragam mulai dari ikan hias, kelereng, hingga kartu bergambar.
"Bapak kan di Departemen Perikanan kan, di kasih ikan hias 'kamu mau enggak ini pelihara?' terus dipelihara. Pelihara terus beranak pinak banyak, saya jual ke teman sekolah. Karena kan anak-anak orang kaya, kan. Uang sakunya habis untuk beli jajan ikan hias saya," kata Witjaksono.
Saat semasa kuliah, Witjaksono bekerja di sebuah warnet. Setelah berhenti menjadi penjaga warnet, ia pun akhhirnya membuka jasa pengetikan untuk membantu para mahasiswa yang kesulitan menyusun skripsi.