AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Cerita Bambang Brodjonegoro Dibalik ‘Hilangnya’ Kemenristek

INSPIRATOR
Dita Angga/Sindo
Senin, 12 April 2021 11:39 WIB
Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat untuk melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Cerita Bambang Brodjonegoro Dibalik ‘Hilangnya’ Kemenristek. (FOTO: MNC Media)

IDXChanel - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat untuk melebur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bambang Brodjonegoro selaku Menteri yang memimpin Kemenristek menceritakan awal hingga akhirnya Kementerian tersebut dilebur.

Kurang lebih 1,5 tahun, Bambang Brodjonegoro memimpin Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun Bambang mengatakan hingga kini hanya perpres struktur organisasi Kemenristek yang diterbitkan.
Sementara perpres terkait struktur organisasi BRIN belum juga terbit. Dia menyebut bahwa memimpin organisasi lini dengan struktur seadanya.

“Perpres Ristek yang keluar dan saya sudah lantik. Tapi isinya Sesmen (Sekretaris Menteri), Staf Ahli, that’s it. Sesmen pun tidak punya organisasi. Staf ahli juga tahu sendiri tidak punya struktur. Jadi hanya dengan itu saja saya coba jalankan organisasi,” katanya dikutip dari akun youtube Ikatan Alumni Program Habibie Center (IABIE), Minggu (12/4/2021).

“BRINnya yang harusnya menjadi yang utuh. Lengkap dengan eselonisasi nya, lengkap dengan deputi-deputi, sestama dan segala macam lengkap dengan organ-organnya itu tidak pernah muncul,” ujarnya.

Bambang mengatakan bahwa tidak pernah munculnya Perpres Organisasi BRIN karena  ada pihak yang menginginkan bahwa BRINnya harus dipisah dari Kemenristek. Dimana BRIN harusnya menjadi organisasi yang melakukan penelitian secara konkret.

“Ya kebetulan saya tidak terlalu favor (berkenan) cara itu. Sehingga akhirnya deadlock selama satu tahun. Perpresnya tidak pernah keluar,” tuturnya.

Setelah satu tahun Perpres BRIN tidak pernah keluar, Bambang pun mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin diteruskan. Pasalnya akan sangat sulit kementerian tanpa organisasi.

“Sehingga akhirnya keputusannya dipisah,” ujarnya.

Terkait dengan pemisahan BRIN dari Kemenristek, Bambang mengusulkan agar Dikti dikembalikan lagi dengan Kemenristek.  Menurutnya hal tersebut adalah kombinasi yang baik.

“Saya sudah mengusulkan kalau dipisah BRINnya sebagai badan, kementeriannya kembali ke Ristekdikti. Karena di situlah kombinasi yang baik karena Dikti heavynya di riset.  Dan lembaga triset tentunya dengan perguruan tinggi adalah tadi komponen-komponen utama yang bisa melakukan kegiatan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di Indonesia,” ungkapnya.

 Namun dengan adanya keputusan peleburan Kemenristek ke Kemendikbud, Bambang mengatakan usulannya tidak diambil. Pasalnya bukan Diktinya yang digabungkan ke Kemenristek tapi sebaliknya.

“Tetapi rupanya usulan saya bukan usulan yang diambil. Yang diputuskan diambil adalah digabungkan ke Dikbud karena Dikti ada di sana. Jadi Dikti tidak dikeluarkan. Dikti Tetap di situ. Ristek yang akan bergabung dengan Dikbud,” tuturnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD