Selain memperoleh akses pembiayaan, klaster yang dikoordinasikan Antoni juga mendapatkan dukungan sarana usaha berupa timbangan, peti buah, dan keranjang bambu.
Para anggota turut memperoleh pembinaan melalui program Desa BRILiaN serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan bazar untuk memperkenalkan jeruk Semboro kepada pasar yang lebih luas.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas usaha, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produk.
Pertumbuhan usaha jeruk Semboro turut menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya aktivitas perdagangan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai tahapan usaha, mulai dari pemetikan, penanganan dan pengemasan buah, hingga pengangkutan serta distribusi.
Pedagang pengumpul umumnya melibatkan satu hingga dua pekerja, sedangkan distributor membutuhkan lebih banyak tenaga kerja seiring meningkatnya volume perdagangan.