“Dulu kami benar-benar hanya pedagang kecil, membawa beberapa kuintal saja. Setelah bersama-sama dengan BRI, kami bisa berkembang dan mengirim ke berbagai wilayah, dari Yogyakarta, Cirebon, Pangkalpinang, Jakarta, Lombok sampai Papua. Jadi yang kami rasakan bukan hanya tambahan modal, tetapi kemampuan usaha kami juga meningkat.
Pasar semakin luas dan jumlah barang yang bisa kami kirim juga semakin besar. Ketika usaha berkembang, petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan masyarakat juga mendapatkan kesempatan bekerja,” tutur Antoni.
Perjalanan Antoni bersama para anggota klaster menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai penguatan kapasitas usaha dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Melalui dukungan BRI, para pedagang kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan manfaat ekonomi yang menjangkau petani serta masyarakat di sekitar sentra produksi jeruk Semboro.
Menurut Antoni, pertumbuhan perdagangan juga menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Aktivitas usaha membutuhkan tenaga kerja untuk pemetikan, penanganan buah, hingga pengiriman.