AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Gara-gara Jualan Nasi Kuning, Kini Jusuf Hamka Sukses Jadi Bos Citra Marga (CMNP)

INSPIRATOR
Intan Afika Nuur Aziizah
Sabtu, 11 September 2021 15:48 WIB
Jusuf Hamka menceritakan bahwa cita-citanya membangun 1.000 masjid berawal dari nasi kuning
Gara-gara Jualan Nasi Kuning, Kini Jusuf Hamka Sukses Jadi Bos Citra Marga (CMNP) (FOTO:MNC Media)
Gara-gara Jualan Nasi Kuning, Kini Jusuf Hamka Sukses Jadi Bos Citra Marga (CMNP) (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Jusuf Hamka belakangan sempat mencuri perhatian publik. Pria asal Samarinda ini merupakan bos PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Siapa sangka, cita-citanya sungguh mulia dimana ia bercita-cita membangun 1.000 masjid. 

Dikutip dari tayangkan video di kanal Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Jumat (9/9/2021), Jusuf Hamka mengungkapkan cita-cita itu berawal dari nasi kuning. Kira-kira kenapa nasi kuning ya? Yuk simak ceritanya. 

Jusuf Hamka menceritakan bahwa cita-citanya membangun 1.000 masjid berawal dari nasi kuning, karena dulu sang ibu selain menjadi guru juga bekerja sampingan sebagai pedagang nasi kuning. Bahkan dari nasi kuning itulah, Jusuf Hamka bisa melanjuti sekolahnya. 

"Nah, itu pun kami waktu kecil cari tambahan hidup buat saya sekolah. Ibu saya dagang nasi kuning, dan saya bisa sekolah gara-gara dagang nasi kuning," ujar Jusuf Hamka kepada Denny Sumargo. 

Setelah cukup mapan, Jusuf Hamka terbesit pikiran untuk memberi makan orang gratis selama bulan puasa. Tidak lama kemudian, ia berubah pikiran. Dirinya ingin memberi makan orang secara gratis setiap hari, tidak hanya saat bulan puasa. 

"Di kala saya sudah agak sedikit mapan, saya coba berbagi dengan nasi kuning. Waktu usia saya 60 tahun, which is 2017 akhir, saya berpikir. Selama 6 tahun dari 2011 atau 2012, saya memberi makan orang gratis di bulan puasa saja. Lalu saya panggil rekan kerja saya, saya bilang: 'Saya enggak mau berbagi hanya di bulan Ramadhan. Saya mau setiap hari, Senin sampai Jumat, tanpa bulan Ramadan pun kita bagi'," ungkap Jusuf Hamka. 

Rencana itu pun ia jalani dengan modal awal Rp10 juta. Pada 6 Februari 2018, Jusuf Hamka berhasil membuka Warung Nasi Kuning Podjok Halal yang menyediakan nasi kuning Rp3.000, bahkan gratis untuk dhuafa. 

"Ini uang Rp10 juta ya. Saya anggarkan subsidi 7.000 perak untuk 1.000 porsi per hari. Berarti Rp7 juta dikali 250 hari kerja, Rp1 miliar 750 juta. Sebagai modal awal Rp10 juta, nanti kalau habis baru ambil lagi. Kita bukalah warung 6 Februari 2018," tuturnya. 

Bagi Jusuf Hamka, usahanya ini menjadi ajang sedekah. Pernah suatu ketika ada tukang parkir yang makan di warungnya lalu mentraktir seorang kakek dhuafa untuk makan di warung Jusuf Hamka. Kejadian tersebut membuatnya berpikir bahwa usahanya ini bisa menjadi ajang sedekah bagi orang-orang. 

"Rupanya 3.000 itu terdapat satu rahasia dari Tuhan untuk saya. Jadi menjadi ajang sedekah dari kita untuk kita. Kenapa? Saya lihat waktu itu, ada tukang parkir di PMII Jakarta Raya, saya melayani di situ. 'Pak saya beli 3.000', saya layanin. Terus setelah dia kelar makan, 2 menit kemudian dia bawa kakek-kakek pake tongkat terus dia keluarin 3.000, 'Saya mau sedekah buat ini kakek', berarti saya tidak memonopoli sedekah," jelasnya. 

"Saya bisa berbagi kepada orang lain yang punya duit 6.000. Dia terima sedekah, dia juga bisa sedekah buat orang. Sehingga, pahala pun tidak bisa dimonopoli. Pahalanya saya dapat, dia juga dapat. Jadi bukan bisnis saja yang enggak boleh monopoli, bro. Sedekah dan pahala juga enggak boleh monopoli," sambung Jusuf Hamka. 

Dirinya sadar bahwa 1.000 masjid itu bukanlah jumlah yang sedikit. Apalagi untuk dikerjakan dalam waktu dekat di usianya yang sudah mulai lanjut. Meski begitu, Jusuf Hamka tetap menyerahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. 

Menurut dia, cita-cita pembangunan 1.000 masjid ini adalah salah satu upayanya dalam menyebarkan ajaran agama Islam melalui kebaikan dengan caranya sendiri.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD