AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Kisah Indriyanto Nugroho, Pesepak Bola 'Cepek' dengan Nilai Transfer Rp100

INSPIRATOR
Nadya Kurnia-SEO
Senin, 19 September 2022 11:13 WIB
Kisah Indriyanto Nugroho mendapatkan julukan sebagai mister cepek.
Kisah Indriyanto Nugroho, Pesepak Bola 'Cepek' dengan Nilai Transfer Rp100. (Foto: MNC Media)
Kisah Indriyanto Nugroho, Pesepak Bola 'Cepek' dengan Nilai Transfer Rp100. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Bagaimana kisah Indriyanto Nugroho mendapatkan julukannya sebagai mister cepek? Mantan pesebak bola asal Sukoharjo itu menyandang gelar tersebut gara-gara nilai transfernya dari Arseto Solo ke Pelita Jaya

Indriyanto Nugroho memulai kariernya dari SSB Fortuna, berlanjut ke Monas Putra, lalu Diklat Arseto selama dua tahun. Kemudian dia terpilih untuk ikut program PSSI Primavera di Italia. 

Setelah kepulangannya inilah, awal mula julukan mister cepek bermula. Usai pulang dari Italia, dia sempat pulang ke Solo dan tetap berlatih dengan Arseto Solo. Namun kariernya stagnan di tempat itu. 

Kisah Indriyanto Nugroho, Julukan Mister Cepek Karena Nilai Transfer

Gara-gara merasa tak ada kejelasan di Arseto Solo itulah, Indriyanto menerima tawaran dari Pelita Jaya. Namun Arseto menolaknya, mengklaim bahwa Indriyanto adalah pemain yang pernah terdaftar di tempat mereka. Padahal, Arseto belum juga menyodorkan kontrak. 

Perseteruan itu menjadi sorotan media massa kala itu. Namun kedua tim akhirnya sepakat menyelesaikan perseteruan di Sekretariat PSSI pada 29 Maret 1996. Kesepakatan berhasil dicapai meskipun keadaan sempat memanas sebelumnya. 

Arseto akhirnya mau melepas Indriyanto, namun mereka memberikan nilai transfer yang sangat kecil, yakni hanya Rp100. Membuat Indriyanto menjadi pemain termurah dalam sejarah transfer sepak bola sampai saat ini. 

Julukan itu sempat membuat Indriyanto merasa tertekan. Ia dibuat kaget karena julukan mister cepek itu disematkan padanya, padahal dia sendiri pun tidak tahu apa-apa. Indriyanto mengaku, dia bahkan pernah dilempari koin seratus rupiah setiap  kali bermain di pertandingan luar sepertin di Medan, Bandung, atau Padang. 

Panggilan mister cepek rasa-rasanya cukup menjatuhkannya saat itu. Bagaimana tidak, gara-gara nilai transfer yang diberikan Arseto itu, sampai saat ini Indriyanto akan dikenal sebagai pemain dengan nilai transfer termurah. 

Padahal, Indriyanto benar menunggu Arseto menyodorkan kontrak kepadanya. Dia menunggu kepastian, namun tak kunjung diberikan. Saat itu, Indriyanto tak terikat apa pun dengan Arseto, bahkan perjanjian dengan manajemen pun tidak ada. 

Maka adalah langkah logis jika Indriyanto saat itu menerima tawaran Pelita Jaya. Kemudian barulah Arseto bereaksi dan mengakui bahwa Indriyanto pernah tergabung dengan klubnya. 

Itulah kisah Indriyanto Nugroho, asisten pelatih timnas U-16 itu mendapatkan julukan mister cepek karena klub sepak bola yang keki. (NKK)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD