“Motivasi kami pada awalnya terinspirasi dari ibu saya. Ibu saya merupakan wanita Angkatan Udara, sebagai seorang anak tentunya ingin mencapai sesuatu yang lebih dari orang tua kami,” ucap dia.
Langkah dirinya mengejar mimpi sebagai penerbang tidaklah mudah. Qorina harus melewati serangkaian tes yang menguras fisik dan mentalnya setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara (AAU).
“Kami juga harus bisa, nih, seperti laki-laki, bukan malah mengecilkan diri kami. Hal-hal yang awalnya menjadi hambatan justru bisa diputar-balikkan menjadi motivasi untuk menjalani kehidupan di lingkup 106,” beber Qorina.
Namun, semua itu bukanlah penghalang, bagi dirinya menjadi penerbang perempuan adalah peluang langka di tengah jumlah penerbang yang masih sangat terbatas.
“Penerbang TNI AU saat ini jumlahnya masih terbatas. Jadi kami termotivasi bahwa tidak hanya laki-laki yang bisa menerbangkan pesawat. Perempuan juga bisa apabila dilatih dengan baik dan benar,” ungkap dia.