AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Kisah Sukses Budi Siswanto Basuki, Sosok di Balik Popularitas Toserba Yogya

INSPIRATOR
Nadya Kurnia-SEO
Kamis, 08 September 2022 16:49 WIB
Toserba Yogya dulunya bukanlah toko serba ada seperti sekarang, popularitasnya naik berkat Budi Siswanto Basuki.
Kisah Sukses Budi Siswanto Basuki, Sosok di Balik Popularitas Toserba Yogya. (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Budi Siswanto Basuki, Sosok di Balik Popularitas Toserba Yogya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Seperti apa kisah sukses Budi Siswanto Basuki, orang di balik kesuksesan toserba Yogya? Tahukah Anda, pada awal pendiriannya, Yogya pernah tidak berkembang selama 24 tahun? 

Anda pasti pernah melihat logo toko serba ada Yogya di kota-kota besar. Toko itu seolah ada di mana-mana, dan tak lekang waktu biarpun kini waralaba minimarket telah menjamur hampir di semua daerah. 

Adalah Budi Siswanto Basuki yang berhasil membawa Yogya hingga dikenal banyak orang. Bagaimana perjalanan Budi mengembangkan toko yang diserahkan kepadanya? 

Kisah Sukses Budi Siswanto, Mengubah Core Business Yogya 

Toko Yogya didirikan oleh Gondosasmito pada 1948 sebagai toko batik, dan beroperasi tanpa berkembangan signifikan selama 24 tahun, sebelum akhirnya Gondosasmito menyerahkan toko yang semula bernama Djockja itu kepada menantunya, Budi Siswanto Basuki. 

Langkah pertama yang dilakukan Budi saat itu adalah membeli tanah seluas 1.000 meter persegi yang peruntukkannya dibagi menjadi: 300 meter persegi untuk toko, dan sisanya untuk rumah pribadi. 

Toko akhirnya dibuka pada Oktober 1982 di Jalan Sunda No. 60, Bandung, dan namanya diubah menjadi Yogya. Terlihat sepele, namun gubahan nama ini cukup berarti sebab nama baru ini membuat Yogya lebih familiar dan mudah dieja meskipun secara sekilas. 

Yogya juga bukan lagi toko batik saja. Budi mengubahnya menjadi toko berkonsep serba ada. Budi menyediakan barang kebutuhan sehari-hari di Yogya, pria lulusan fakultas ekonomi Universitas Padjajaran ini juga menerapkan manajemen pertokoan yang lebih professional. 

Yogya dikenal jujur di kalangan masyarakat, toko tersebut tak pernah menggunakan taktik ‘barang sudah habis’ seperti yang dilakukan toko-toko lain untuk menaikkan permintaan konsumen atas suatu barang. 

Budi terus menjalankan operasional Yogya hingga akhirnya kini Yogya berkembang menjadi jaringan bisnis yang cukup besar. Yogya Group tak hanya memiliki toserba, ada usaha pada sektor lain juga, seperti minimarket, toko elektronik, toko camilan, dan restoran. Ada beberapa merk bernaung di bawah Yogya Group. 

Operasional Yogya Group menjangkau Jawa Barat, Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Yogya Group memiliki 52 outlet toserba, baik Yogya maupun Griya, yang juga dalam naungan Yogya Group. 

Atas kegigihan Budi merintis dan mengembangkan Yogya, pada Februari 2000, Budi Siswanto Basuki menerima penghargaan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sebagai salah satu perintis ritel di Indonesia. 

Demikianlah kisah sukses Budi Siswanto Basuki, sang perintis Yogya. Budi tidak menargetkan sesuatu yang muluk-muluk, ia melanjutkan apa yang sudah ada dan memperbaikinya agar dapat bertahan sepanjang masa. (NKK)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD