Seperti yang kita ketahui di masa sulit munculnya pandemi membuat banyak sektor yang anjlok di Indonesia tetapi pandemi ini menjadi titik balik yang di alami oleh Sri. Ia menceritakan bahwa sebelum pendemi usahanya sudah memproduksi masker, Karena melihat respon yang tinggi dari pasar, Sri memutuskan untuk mempekerjakan pegawai untuk memproduksi masker dalam jumlah yang besar.
“Penjualannya meningkat banget, mungkin itu yang paling bagus selama kita menjual di marketplace. Jualan masker pada 2020 bulan tiga itu mencapai Rp330 juta per bulan,” tutur Sri.
Sri juga menceritakan bahwa dirinya mempekerjakan para kerabat dan tetangganya untuk membantu mereka agar memiliki penghasilan dan ia pun selalu membuka peluang bagi siapapun yang tertarik untuk bergabung dalam usahanya. Seiring waktu bisnsnya kini juga merambah ke produk fashion dan snack.
Walaupun usianya yang kini terbilang tak muda, Sri menegaskan bahwa sebagai pengusaha aksesoris harus selalu berinovasi dan meriset trend. Karena menurutnya, aksesoris hanya bertahan selama tiga bulan setalah itu ia harus mencari inovasi baru lagi dengan cari berinovasi dan meriset trend yang ada seperti model, warna, bentuk, bahan karena aksesoris termasuk dalam kategori produk fashion.
Sri rajin memperhatikan pencarian produk tertinggi di marketplace, sehingga ia tahu produk-produk apa saja yang tengah dicari oleh konsumen saat ini.