AALI
8700
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
640
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
750
ADMF
8400
ADMG
167
ADRO
3940
AGAR
286
AGII
2440
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
99
AHAP
101
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1350
AKSI
328
ALDO
685
ALKA
286
ALMI
400
ALTO
173
Market Watch
Last updated : 2022/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.11
0.46%
+2.49
IHSG
7130.96
0.26%
+18.51
LQ45
1021.01
0.49%
+5.02
Kurs
HKD/IDR 1,938
USD/IDR 15,230
Emas
795,739 / gram

Kisah Sukses Pendiri Netflix, dari Hobi Rental DVD Kini Miliki Harta Capai Rp54,9 T

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Sabtu, 10 September 2022 12:12 WIB
Netflix merupakan salah satu layanan streaming terpopuler di seluruh dunia saat ini. Kisah sukses pendiri Netflix pun banyak menginspirasi para pengusaha.
Kisah Sukses Pendiri Netflix, dari Hobi Rental DVD Kini Miliki Harta Capai Rp54,9 T. (Foto: MNC Media)
Kisah Sukses Pendiri Netflix, dari Hobi Rental DVD Kini Miliki Harta Capai Rp54,9 T. (Foto: MNC Media)

IDXChannel Netflix merupakan salah satu layanan streaming terpopuler di seluruh dunia saat ini. Kisah sukses pendiri Netflix pun banyak menginspirasi para pengusaha dalam merintis bisnisnya. 

Apalagi, Netflix menjadi salah satu perusahaan yang mampu bertahan selama masa pandemi. Popularitas Netflix juga sangat melejit terutama selama masa lockdown di mana mobilitas masyarakat terbatas dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Ketika banyak perusahaan mengalami penurunan drastis selama pandemi Covid-19, Netflix menjadi salah satu perusahaan yang tetap mencatatkan pendapatan luar biasa. 

Lalu, siapa sosok di balik Netflix? Bagaimana kisah sukses pendiri Netflix? Berikut informasi lengkap yang berhasil dirangkum IDXChannel. 

Kisah Sukses Pendiri Netflix

Kesuksesan Netflix tidak terlepas dari sosok penting yang mendirikan perusahaan ini yakni Wilmot Reed Hastings, Jr. atau yang lebih dikenal dengan Reed Hastings. Reed Hastings merupakan pengusaha Amerika Serikat yang kini menjadi salah satu miliarder dunia. 

Hastings mendirikan perusahaan ini pada 1997 dengan sistem yang berbeda dari Netflix yang kita kenal saat ini. Lulusan Bowdoin College di Brunswick, Maine ini semula bekerja sebagai seorang software developer dan mendirikan Pure Software atau Pure Tria Corporation pada 1991. Namun, pada 1997, perusahaan tersebut dijual. 

Ia kemudian membuat usaha persewaan film berbasis langganan. Ide tersebut berasal dari pengalaman pribadinya yang harus mengeluarkan biaya keterlambatan yang cukup besar ketika gagal mengembalikan kaset video yang disewanya dari toko. 

Bersama dengan Marc Randolph, Reed Hastings pun mendirikan Netflix di California. Tak seperti saat ini yang menyediakan layanan streaming berbasis digital, Netflix masih berupa operasi penyewaan DVD. Dari penyewaan DVD berjangka waktu tujuh hari menjadi penyewaan berbasis langganan biaya bulanan yang bisa dimanfaatkan untuk menyewa DVD dalam jumlah tidak terbatas.

Marc Randolph kemudian memutuskan untuk keluar dari Netflix pada tahun 2004. Reed Hastings pun melanjutkan perjuangannya membesarkan Netflix dengan berbagai inovasi. Hastings terus mengembangkan dan memperluas layanannya dengan menjalin kemitraan dengan studio film dan melakukan pemasaran yang agresif. 

Hingga pada 2007, Netflix berhasil mengirimkan miliaran DVD. Setelah itu, Netflix mulai merilis aplikasi yang bisa dimanfaatkan pelanggan untuk mengakses film dan acara TV melalui unduhan streaming. 

Netflix juga melisensi konten asli produksi studio lain dan memproduksi acara TV serta film mereka sendiri. Netflix pun semakin gencar dan berani melakukan inovasi dengan memproduksi film-film originalnya yang memakan biaya besar.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD