AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Manfaatkan Limbah Bambu, Dian Bisa Hasilkan Cuan Puluhan Juta Rupiah per Bulan

INSPIRATOR
Adi Haryanto
Sabtu, 11 Desember 2021 15:47 WIB
Di tangan Dian, bambu mampu diolah menjadi beragam produk rumah tangga serbaguna.
Di tangan Dian, bambu mampu diolah menjadi beragam produk rumah tangga serbaguna. (Foto: MNC Media)
Di tangan Dian, bambu mampu diolah menjadi beragam produk rumah tangga serbaguna. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bagi sebagian orang pohon bambu mungkin tidak ada nilai ekonomis dan manfaat tinggi yang bisa dijual. Tapi berbeda bagi Dian Setiawan (44) yang jeli melihat peluang di lingkungan sekitarnya, dengan mengolah pohon bambu menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.

Di tangan pria warga Kampung Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, bambu mampu diolah menjadi beragam produk rumah tangga serbaguna. Alhasil pundi-pundi cuan pun didapatkan dari kreativitasnya mengolah bambu.

"Orang mungkin melihat bambu biasa saja, buat pagar, tiang bendera, atau buat atap rumah. Tapi saya coba melihat dari sisi berbeda dan ternyata dari iseng bisa menghasilkan uang," terangnya, Sabtu (11/12/2021).

Awalnya, dia mengaku risih melihat banyaknya limbah bambu yang berserakan dibuang begitu saja. Dari situlah mencoba berkreasi dari hal-hal yang sederhana, seperti membuat gelas, mankuk, asbak, dll. Mengingatkan kebiasaannya pada saat kecil yang suka mengutak-atik bambu. 

Produk kreasinya itu ternyata mendapatkan apresiasi positif dari keluarga dan para tetangganya. Sehingga membuat dirinya semakin bersemangat untuk mengembangkan kreativitas dengan membuat produk-produk lainnya dari bambu. 

Alasan dirinya memilih bambu sebagai bahan untuk mengembangkan kreativitas dan juga bisnisnya lantaran bahan baku bambu harganya terjangkau dan mudah didapat. Kemudian produk yang terbuat dari bahan dasar bambu tidak merusak alam karena ramah lingkungan. 

Selain itu tanaman bambu juga mudah tumbuh kembali usai ditebang asalkan bisa merawatnya dengan baik. Tanaman ini juga dapat menyimpan banyak cadangan air yang bagus untuk lingkungan. Sehingga selain meraih untung, dirinya pun ingin ikut membantu kelestarian lingkungan. 

Dian menyebutkan, berbagai kreativitas bambu yang dibuatnya dari mulai dari alat-alat makan seperti cangkir, piring, sendok, garpu, nampan dan lainnya. Selain itu, ada prototype berupa mobil-mobilan, miniatur Monas, Menara Eiffel dan lainnya. 

"Kalau yang paling laris alat-alat makan, seperti mug dan cangkir bambu. Untuk harga cangkir dari bambu berkisar Rp15 ribu hingga Rp25 ribu, tapi yang desainnya agak rumit harganya mencapai Rp85 ribu," ujarnya. 

Hasil usahanya itu membuat dirinya bisa menghidupi keluarga dan membuka lapangan kerja untuk orang lain. Omzet yang didapat bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan. Produk kerajinan bambunya ada yang dikirim ke Arab Saudi, Jerman , Australia, Amerika dan negara Eropa lainnya.

Hanya memang imbas pandemi COVID-19, pemasaran ke luar negeri sempat terhenti. Alhasil dia pun harus bersabar karena permintaan dari konsumen menurun drastis. Dirinya berharap bisnis bambu yang dirintisnya sejak 10 tahun lalu itu bisa kembali bangkit. 

"Kemarin sempat terhenti produksi, tapi sekarang mulai menggeliat lagi sedikit demi sedikit. Semoga aja bantuan pemerintah agar para pelaku usaha seperti saya ini di KBB bisa terus berkembang," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD