AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

Mengenal Marina Budiman, Perempuan Terkaya Indonesia Berkat Saham DCII

INSPIRATOR
Athika Rahma
Kamis, 16 Desember 2021 11:44 WIB
Marina Budiman merupakan perempuan dengan peringkat tertinggi di daftar Forbes yaitu peringkat 30.
Marina Budiman merupakan perempuan dengan peringkat tertinggi di daftar Forbes yaitu peringkat 30. (foto: MNC Media)
Marina Budiman merupakan perempuan dengan peringkat tertinggi di daftar Forbes yaitu peringkat 30. (foto: MNC Media)

IDXChannel- Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2021. Sebagian besar, para miliarder ini adalah laki-laki. Hanya ada tiga perempuan Indonesia yang memiliki peringkat di daftar tersebut.

Perempuan dengan peringkat tertinggi di daftar Forbes tersebut ialah Marina Budiman, yang berada di posisi 30. Dengan peringkat ini, Marina otomatis menjadi perempuan terkaya di Indonesia.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Marina Budiman?

Diketahui, Marina adalah Presiden Komisaris PT DCI Indonesia. Mengutip laman DCI Indonesia, Kamis (16/12/2021), Marina pernah berkuliah di University of Toronto, Kanada. Pada tahun 1989, dirinya menjadi Project Manager Sigma Cipta Caraka dan menjadi CFO perusahaan pada tahun 2000.

Kemudian, tahun 1994, Marina mendirikan Indo Internet (Indonet), provider internet pertama di Indonesia, bersama rekannya Toto Sugiri. Pada tahun 2011, Marina bersama Toto Sugiri mendirikan PT DCI Indonesia.

PT DCI Indonesia diketahui bergerak di bidang layanan data cloud. Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal Januari, saham perusahaan dengan kode DCII ini meroket 9.400%, dari yang awalnya Rp 420/saham saat IPO menjadi Rp 39.500/saham. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD