AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1040
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
965
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27941.69
-0.31%
-87.88
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
825,254 / gram

Mulai Usaha Properti dari Usia 23 Tahun, Ini Sosok Erwin Senjaya yang Sukses Berbisnis Tanpa Mentor 

INSPIRATOR
Arif Budianto/Kontributor
Jum'at, 13 Agustus 2021 16:19 WIB
Ini dia sosok inspiratif pengusaha muda asal Bandung yang memulai usaha properti di usia 23 tahun.
Mulai Usaha Properti dari Usia 23 Tahun, Ini Sosok Erwin Senjaya yang Sukses Berbisnis Tanpa Mentor  (Dok.Ist)
Mulai Usaha Properti dari Usia 23 Tahun, Ini Sosok Erwin Senjaya yang Sukses Berbisnis Tanpa Mentor  (Dok.Ist)

IDXChannel - Pada usianya yang terbilang masih muda, Erwin Senjaya Hartanto tak bisa dianggap sebelah mata. Buktinya, dengan usia belum berkepala empat, telah sukses membangun berbagai bisnis, salah satunya properti.  Tetapi, kesuksesan yang kini diraih, tak didapat dengan mudah. Semua dia lakukan membutuhkan kerja keras dan terus berinovasi. Apalagi tidak ada sosok mentor atau otodidak untuk menjalankan roda bisnis properti. Perlu dicatat, Erwin Senjaya Hartanto yang memulai karier profesionalnya di bidang industri perumahan sejak 2013 pada usia 23 tahun.

Owner PT Pusaka Mas Persada (Pusaka Mas Group) ini, diberikan kesempatan oleh ayahnya masuk dalam industri real estate yang merupakan hal yang baru. Ini berbeda, karena latar belakang bisnis keluarga di pabrik textile dan tambak udang.  Dia adalah lulusan studi Banking & Finance di Monash University, Melbourne Australia yang merupakan member of The Group of Eight,  Alliance of Leading University di Australia.

Kini, atas kerja kerasnya, dia telah banyak berkontribusi melalui PT Pusaka Mas Persada (Pusaka Mas Group) dengan mendapatkan penghargaan bergengsi REI-FIABCI Silver Award dalam katagori “Affordable Housing” pada akhir tahun 2020. Dia juga sempat menjadi narasumber dalam IDX Indonesia Channel untuk menggali potensi industri property pada November 2020 lalu.

Di tahun yang sama dia juga sempat meraih TOP CSR award karena sering mengadakan kegiatan sosial terutama kepada anak-anak panti asuhan. Tidak cukup mendirikan dan mengembangkan usaha properti, di tahun 2017, dia juga terjun dan meneruskan usaha tambak udang keluarga. 

"Kondisi malah lebih baik sekarang di banding tahun 2019 dan 2020 ketika pertama pandemi," katanya. Menurutnya, penjualan rumah pun lebih laku karena dari segi kualitas dan fasilitas umumnya lebih ditingkatkan. Apalagi, sekarang pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan kebijakan bebas PPN untuk pembelian rumah baru.

 "Tentu kebijakan ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan rumah," ujarnya Meskipun masih dilanda pandemi Covid-19,  dia mengaku optimistis bahwa pertumbuhan bisnis properti di tanah air. Untuk itu, dia pun berbagi rahasia agar bisnis yang digelutinya ini semakin baik. Salah satunya, selain kualitas bangunan, ketepatan waktu penyelesaian pembangunan rumah pun harus menjadi prioritas pengembang sehingga tidak mengecewakan konsumen.

"Pandemi Covid-19 penjualan merosot tajam. Tapi kita terus memberikan yang terbaik dengan membangun rumah-rumah yang sudah dipesan secara tepat waktu. Termasuk waktu serah terima kunci dengan konsumen. Karena hak konsumen paling penting," katanya

"Kini strategi penjualan kita saat pandemi lebih fokus secara online. Konten adalah kunci! Harus masuk dalam berbagai sosmed sebagai media iklan agar bisa tersebar luas informasi perumahannya," tutur dia. Selain itu, team work adalah kunci untuk bisa bertahan dalam kondisi apapun termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19. 

 "Tetap melakukan yang terbaik. Kita percaya Indonesia akan pulih dan perusahaan akan lebih maju. Asalkan, harus melakukan good governance dalam perusahaan dengan reputasi yang sangat bagus seperti punya hati yang jujur, ikhlas, kerja keras dan disiplin, maka akan membuahkan hasil yang manis," ucapnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD