Namun dari kesalahan prediksinya itu, Fink berjanji pada diri sendirinya untuk tidak lagi menempatkan modal pada instrumen yang ia tidak ketahui risikonya dengan jelas dan pasti. Dari situ juga, ia ingin mendirikan perusahaan investasi dengan konsep yang berbeda.
Perusahaan investasi yang ia inginkan, tidak hanya mengelola dana investor untuk diinvestasikan, namun juga menawarkan manajemen risiko yang memuaskan. Pada 1988, impiannya terwujud lewat kemitraannya dengan beberapa pihak.
Ia bekerja sama dengan Ralph Scholsstein, salah satu bankir Lehman Brothers bergabung dengan Blackstone, perusahaan investasi kecil yang tengah berkembang. Fink menerima pembiayaan USD5 juta untuk mengembangkan bisnisnya.
Ia dan rekan-rekannya menyewa kantor kecil di sudut Bear Strearns. Bisnisnya betul berkembang, pada 1993, Fink dan rekan-rekannya berhasil menghimpun dana kelolaan di bawah manajemen (AUM) senilai USD20 miliar.
Fink memisahkan diri untuk membentuk Blackrock di tahun berikutnya. Lima belas tahun berikutnya, Blackrock tumbuh pesat. Pada 1999 perusahaan ini melantai di NYSE. Blackrock juga mengakuisi beberapa manajer investasi di Amerika Serikat.